Connect with us

Sehat

Panduan Menikmati Konser Musik Tanpa Merusak Pendengaran

Published

on

Foto: esseg.eu

Menghadiri konser musik live adalah salah satu pengalaman paling menyenangkan. Dentuman bass yang menggetarkan dada dan harmoni vokal ribuan orang menciptakan atmosfer yang tak terlupakan. Namun, di balik euforia tersebut, tersimpan risiko nyata bagi kesehatan indra pendengaran kita.

Banyak penonton konser seringkali pulang dengan kondisi telinga terasa “tebal” atau mengeluarkan suara berdenging (Tinnitus). Meski sering dianggap sepele dan biasanya hilang keesokan harinya, gejala ini sebenarnya adalah sinyal peringatan bahwa sel-sel saraf di telinga Anda sedang mengalami trauma.

Mengapa Konser Musik Bisa Berbahaya?

Telinga manusia memiliki batas toleransi terhadap kebisingan. Menurut standar Centers for Disease Control and Prevention (CDC), paparan suara di atas 85 desibel (dB) dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kerusakan pendengaran permanen.

Sebagai perbandingan, konser musik umumnya mencapai tingkat volume 100 hingga 115 dB. Pada level 110 dB, kerusakan pendengaran bisa mulai terjadi hanya dalam waktu kurang dari 5 menit jika telinga tidak terlindungi.

Sekali Rusak, Tidak Bisa Kembali

Kerusakan sel rambut di telinga dalam akibat kebisingan bersifat permanen karena sel-sel tersebut tidak dapat beregenerasi.

dr. Shelly Chadha, Technical Lead untuk pencegahan gangguan pendengaran di World Health Organization (WHO), menyatakan dalam kampanye Make Listening Safe:

“Mendengarkan dengan aman sangat bergantung pada intensitas, durasi, dan frekuensi. Sekali Anda kehilangan pendengaran karena paparan suara keras, itu tidak akan pernah kembali lagi. Pencegahan adalah satu-satunya solusi.”

Di Indonesia, peringatan serupa juga sering disampaikan oleh para ahli audiologi. dr. Nyilo Purnami, pakar kesehatan telinga dari Universitas Airlangga/RSUD Dr. Soetomo, menekankan bahwa gangguan pendengaran akibat bising sering kali tidak disadari secara langsung:

“Banyak orang tidak merasa sakit saat berada di lingkungan bising, sehingga mereka merasa aman. Namun, gangguan pendengaran akibat bising sifatnya akumulatif. Kerusakan kecil yang terjadi berulang kali di setiap konser akan menumpuk hingga menjadi gangguan pendengaran yang signifikan di masa depan.”

Tips Aman Menikmati Konser Musik

Agar hobi menonton konser tidak berakhir dengan alat bantu dengar di masa tua, berikut adalah langkah-langkah praktis yang disarankan oleh para ahli:

  1. Gunakan Earplug (Penyumbat Telinga): Pilih jenis high-fidelity earplugs. Berbeda dengan earplug busa biasa yang meredam suara secara drastis, jenis ini dirancang khusus untuk musisi dan penonton konser guna menurunkan volume (desibel) tanpa merusak kejernihan kualitas musik.
  2. Jaga Jarak dari Loudspeaker: Hindari berdiri tepat di depan sound system utama. Semakin jauh jarak Anda dari sumber suara, semakin rendah tekanan suara yang diterima gendang telinga.
  3. Lakukan “Silent Break”: Jika memungkinkan, menjauhlah dari area panggung setiap 45-60 menit. Berikan waktu istirahat selama 10 menit bagi telinga Anda di area yang lebih tenang.
  4. Waspadai Gejala Tinnitus: Jika telinga terus berdenging lebih dari 24 jam setelah konser, segera konsultasikan ke dokter spesialis THT.

Menghargai kesehatan pendengaran bukan berarti berhenti menikmati musik. Dengan perlindungan yang tepat, Anda tetap bisa merasakan energi konser musik favorit dengan aman dan sehat. (*)

Continue Reading

Sehat

Puasa Tetap Bugar 2026: Strategi Makan Sehat & Rumus Hidrasi 2-4-2 Biar Nggak Tumbang di Cuaca Ekstrem!

Published

on

Menjalani ibadah puasa di tengah cuaca ekstrem tahun 2026 memang menantang fisik kita. Buat Sobat Plus yang ingin tetap produktif—terutama bagi kamu pegiat olahraga urban seperti komunitas padel yang sedang hype di Surabaya—menjaga kesehatan adalah kunci. Jangan sampai dehidrasi atau pola makan berantakan bikin performa latihanmu di lapangan drop!

Berikut strategi jitu agar tetap bugar selama Ramadan:

1. Rumus Hidrasi 2-4-2

Kunci utama melawan cuaca ekstrem adalah manajemen cairan tubuh yang tepat. Gunakan rumus 2-4-2 agar kebutuhan air harianmu tetap terpenuhi dan kamu tetap fokus saat smash bola di lapangan:

  • 2 gelas saat berbuka puasa.
  • 4 gelas selama rentang waktu setelah salat Magrib hingga sebelum tidur.
  • 2 gelas saat sahur.

2. Strategi Makan Sahur & Berbuka

Nutrisi yang tepat sangat berpengaruh pada level energi saat beraktivitas:

  • Pilih Karbohidrat Kompleks: Saat sahur, prioritaskan makanan dengan indeks glikemik rendah seperti nasi merah atau oatmeal agar energi lebih tahan lama.
  • Protein & Serat: Pastikan ada porsi protein dan sayuran hijau yang cukup saat sahur dan berbuka untuk menjaga rasa kenyang lebih lama.
  • Hindari Gorengan Berlebih: Terlalu banyak makanan berminyak saat berbuka dapat memicu kantuk dan membuat tubuh merasa berat saat beraktivitas malam hari.

3. Tetap Aktif Tanpa Memaksa

Bagi Sobat Plus yang sedang bersiap mengikuti turnamen padel terbesar di Surabaya pada 3-5 April 2026 nanti, puasa bukan alasan untuk berhenti berlatih:

  • Pilih Waktu yang Tepat: Lakukan latihan ringan satu hingga dua jam sebelum berbuka puasa atau setelah salat Tarawih agar tubuh tetap fit.
  • Persiapan Turnamen: Mengingat turnamen padel di Jungle Padel Surabaya akan melibatkan 800 atlet, pastikan porsi latihan disesuaikan dengan kondisi tubuh selama puasa.
  • Dengarkan Tubuh: Jangan memaksakan intensitas tinggi jika cuaca sedang sangat terik, gunakan waktu istirahat yang cukup di siang hari agar metabolisme terjaga. (*)

Continue Reading

Sehat

Baju Murah, Kulit Mewah! Cara Sterilisasi Baju Thrift Hasil Buruan di Kodam Biar Aman Dipakai Lebaran

Published

on

Siapa nih yang sudah berhasil memborong fashion item kece mulai harga 35 ribu di Surabaya Thrifting Ramadhan Big Sale 4?. Belanja di Balai Prajurit Kodam V Brawijaya memang bikin kalap, apalagi dengan pilihan tenant yang modelnya nggak pasaran.

Tapi tunggu dulu, Sobat Plus! Sebelum buru-buru dipakai buat bukber atau pamer OOTD lebaran, ada satu langkah krusial yang nggak boleh dilewatkan: Sterilisasi Total. Baju thrift yang menumpuk di karpet atau gantungan berpotensi membawa debu, bakteri, hingga jamur jika tidak dibersihkan dengan benar.

Langkah ‘Deep Cleaning’ Biar Kulit Tetap Aman

Jangan cuma dicuci biasa, ikuti panduan sehat ini agar baju hasil “war” kamu bersih maksimal:

  • Rendam dengan Air Panas: Untuk bahan kain yang kuat, rendam baju dalam air panas (sekitar 60°C) selama 15-30 menit untuk mematikan kuman dan bakteri yang menempel.
  • Gunakan Cairan Antiseptik: Tambahkan cairan disinfektan khusus pakaian atau cuka apel ke dalam rendaman untuk menghilangkan bau apek yang khas dari baju karungan.
  • Cuci Terpisah: Jangan campur hasil buruan thrift dengan pakaian harian kamu yang lain saat pencucian pertama untuk menghindari perpindahan kotoran.
  • Jemur di Bawah Sinar Matahari: Sinar UV adalah disinfektan alami terbaik. Pastikan baju kering sempurna di bawah terik matahari Surabaya agar tidak ada jamur yang tersisa.
  • Setrika Suhu Tinggi: Panas dari setrika akan memastikan sisa-sisa mikroorganisme mati, sekaligus membuat baju tampak seperti baru lagi.

Kenapa Harus Steril?

Kesehatan kulit adalah investasi, Sobat Plus. Memakai baju bekas yang belum steril bisa memicu gatal-gatal, kemerahan, hingga jerawat punggung. Dengan melakukan sterilisasi, kamu bisa tetap tampil modis dengan harga irit tanpa harus mengorbankan kenyamanan tubuh. (*)

Continue Reading

Sehat

Investasi Tubuh Biar Gak Gampang Jompo: Kenapa Anak Muda Perlu Melek ‘Longevity’ Sejak Dini?

Published

on

Foto: Unsplash.com

Selama ini kita sering berpikir kalau menjaga kesehatan itu urusannya nanti kalau sudah muncul keluhan atau sudah memasuki usia senja. Tapi tahu nggak sih, Sobat Plus? Tren medis terbaru justru menekankan pentingnya konsep Longevity—yaitu bukan sekadar hidup lama, tapi menjaga kualitas organ tubuh agar tetap berfungsi maksimal layaknya anak muda meski usia bertambah.

Investasi terbaik saat ini bukan cuma soal saham atau kripto, tapi investasi pada mesin tubuh kita sendiri.

Kenapa Harus ‘Curi Start’ Sejak Usia 20-an?

Banyak dari kita yang merasa bugar hanya karena belum merasakan sakit. Padahal, menjaga sel tubuh agar tetap prima memerlukan langkah pencegahan (prevention) yang konsisten. Memulai kebiasaan sehat sejak dini bisa mencegah risiko penyakit degeneratif yang belakangan justru mulai menyerang usia produktif.

Beberapa hal dasar yang perlu dipahami anak muda soal kesehatan masa depan antara lain:

  • Optimalisasi Nutrisi: Memahami apa yang dibutuhkan tubuh, bukan sekadar apa yang enak di lidah.
  • Kesehatan Fungsional: Menjaga otot dan tulang tetap kuat lewat latihan beban yang benar, seperti tips yang sering dibagikan oleh Ade Rai.
  • Biohacking Sederhana: Mengatur pola tidur, paparan sinar matahari, dan manajemen stres untuk memaksimalkan performa otak dan fisik.

Zona Pencegahan vs Pemulihan

Kesehatan itu ada dua fasenya: Stay Well (tetap sehat) dan Get Well (sembuh dari sakit). Masalahnya, banyak orang baru peduli saat sudah berada di fase Get Well. Padahal, biaya dan energi yang dikeluarkan untuk fase pencegahan jauh lebih murah dan menyenangkan.

Langkah-langkah Stay Well ini meliputi deteksi dini kondisi tubuh, pemilihan suplemen yang tepat sesuai kebutuhan genetik, hingga penggunaan teknologi medis modern untuk memantau kesehatan harian.

Cari Tahu Ilmunya di Ageless Festival 2026

Kalau kamu bingung mau mulai dari mana, kamu bisa mencari referensi di Ageless Festival 2026 yang akan digelar pada 6–7 Juni 2026 di NICE PIK 2.

Festival kesehatan terbesar di Indonesia ini memang dirancang untuk membedah tuntas soal longevity dan solusi kesehatan modern bagi semua kalangan. Menariknya, kamu bisa masuk secara Gratis (Free) melalui platform Goers untuk sekadar berkonsultasi dengan para praktisi kesehatan atau melihat tren gaya hidup sehat masa kini. (*)

Continue Reading

Trending