Setelah berbulan-bulan menanti, menabung untuk tiket, dan akhirnya bernyanyi bersama ribuan orang di Jatim Expo, konser berakhir. Namun, saat sampai di rumah, alih-alih merasa bahagia, banyak dari kita justru merasa sedih, lemas, hingga hampa secara emosional. Fenomena ini dikenal secara luas sebagai Post-Event Depression (PED) atau Post-Concert Blues.
Mengapa Hal Ini Terjadi?
Secara biologis, saat menonton konser, tubuh kita dibanjiri oleh hormon kebahagiaan seperti dopamin, adrenalin, dan oksitosin. Namun, setelah acara selesai, level hormon-hormon tersebut merosot tajam secara tiba-tiba.
Melansir dari laman kesehatan Healthline, kondisi ini terjadi karena otak kesulitan menyesuaikan diri dari stimulasi yang sangat tinggi kembali ke kehidupan sehari-hari yang rutin dan tenang.
Menanggapi fenomena ini, Dr. Eileen Feliciano, seorang psikolog klinis berlisensi, menjelaskan bahwa perasaan ini sangat valid.
“Konser adalah pengalaman yang sangat emosional dan sensorik. Ketika itu berakhir, otak Anda secara harfiah mengalami ‘penurunan’ dari tingkat dopamin yang sangat tinggi. Perasaan sedih itu adalah cara tubuh Anda mencoba menyeimbangkan kembali bahan kimia di otak,” ungkap Dr. Feliciano.
Cara Mengatasi “Hampa” Pasca-Event
Agar tidak larut dalam kesedihan setelah menonton konser seperti Ekspectanica atau Secondhand Serenade mendatang, berikut beberapa tips praktis:
- Jangan Langsung “Menghilang”: Bagikan foto atau video keseruanmu di media sosial atau diskusikan dengan teman yang juga hadir di acara tersebut.
- Kembali ke Rutinitas Secara Bertahap: Jangan langsung melakukan pekerjaan berat di pagi hari setelah konser. Beri tubuh waktu untuk istirahat.
- Rencanakan Event Selanjutnya: Memiliki sesuatu untuk dinantikan kembali (seperti jadwal konser berikutnya) terbukti efektif meningkatkan mood secara konsisten.
- Dengarkan Setlist Secara Perlahan: Mendengarkan kembali lagu-lagu yang dibawakan saat konser dapat membantu proses transisi emosi secara lebih lembut.
Merasa sedih setelah momen bahagia adalah hal yang normal. Itu tandanya, pengalaman yang kamu lalui sangat berarti. Jadi, jangan ragu untuk bercerita dan nikmati sisa kenangannya! (*)