Connect with us

Info

Sambut Ramadan 1447 H, Bank Indonesia Jatim Sukses Gelar Kajian Akbar Bersama Ustadz Hanan Attaki

Published

on

Suasana kajian bersama Ustadz Hanan Attaki di Masjid Al Akbar Surabaya. (Foto: Dhenis Syiva)

SURABAYA – Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur bersama Masjid Nasional Al Akbar Surabaya sukses gelar kajian akbar yang menghadirkan pendakwah milenial, Ustadz Hanan Attaki pada Rabu (4/2/2026).

Kajian akbar yang digelar dalam menyambut bulan Ramadan 1447 H ini mengusung tajuk “Menata Hati, Menjaga Diri, dan Bijak Mengelola Rezeki”. Dihadiri oleh ratusan jamaah laki-laki dan perempuan, suasana kajian berlangsung penuh antusias dan tertib sejak ashar hingga menjelang maghrib.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Hanan Attaki menyampaikan cara Gen Z dan Milenial mempersiapkan diri menjelang masuk bulan suci ramadan. Menurutnya, Ramadan sejatinya merupakan momen pemulihan kesehatan mental setelah manusia menghadapi berbagai tekanan hidup selama sebelas bulan sebelumnya. Ia bahkan menyebut Ramadan sebagai Bulan rehat mental sekaligus Bulan cari perhatian terbaik kepada Allah.

“Kalau capek fisik bisa diatasi dengan tidur atau istirahat, tapi capek mental sering kali tetap terasa meski badan sudah rebahan. Ramadan datang sebagai waktu recovery mental itu,” ujar Ustadz Hanan di hadapan jamaah.

Ia menjelaskan bahwa tujuan utama Ramadan adalah membentuk pribadi bertakwa. Takwa menjadi kunci utama kesehatan mental sekaligus solusi dari berbagai persoalan hidup. Menurutnya, takwa membuka jalan keluar melalui cara langit yang jauh lebih menenangkan dibandingkan cara bumi yang justru sering menambah masalah.

Dalam kajian tersebut, Ustadz Hanan juga mengutip sejumlah ayat Al-Qur’an, di antaranya QS Al-Muzammil, QS Ad-Dhuha, hingga QS At-Talaq, yang menurutnya sarat dengan pesan terapi mental. Ia menekankan bahwa takwa menghadirkan lima solusi, mulai dari kelapangan hati, rezeki tak terduga, kemudahan urusan, pengampunan dosa, hingga pahala berlipat ganda.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Perwakilan Deputi Bank Indonesia Jawa Timur, Rizqi Prihadi Cahyanto. Selain kajian keislaman, Bank Indonesia memanfaatkan momentum ini untuk mengedukasi masyarakat mengenai Gerakan Nasional Non-Tunai melalui penggunaan QRIS.

“BI mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dalam pembayaran digital menggunakan QRIS dan berhati-hati dalam berbelanja menjelang ramadan menuju idul fitri untuk menghindari inflasi. Masyarakat harus Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah”, ungkap Rizqi dalam sambutannya. 

Panitia juga mengajak jamaah berpartisipasi dalam program “Nggawe QRIS Infaq/Donasi Peduli Bencana” yang memungkinkan masyarakat menyalurkan donasi secara digital dan transparan bagi korban bencana.

Antusiasme jamaah terlihat sejak sore hari. Salah satu jamaah, Intan Rahmani, mengaku kajian tersebut memberikan dampak emosional yang mendalam dan mendapat pengetahuan tambahan mengenai QRIS.

“Kajiannya bermanfaat banget. Jadi saya  sadar kalau capek mental itu nyata dan Ramadan tuh bukan cuma soal puasa, tapi juga menyembuhkan hati. Apalagi ini diadakan oleh Bank Indonesia yaa, saya juga jadi saya semakin mengerti soal pemakaian QRIS,” ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi, Bank Indonesia Jatim turut menyiapkan berbagai doorprize menarik yang diikuti jamaah melalui pendaftaran daring. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Surabaya dapat menyambut Ramadan dengan hati yang lebih tenang, mental yang lebih sehat, serta pengelolaan rezeki yang lebih bijaksana. (*)

Continue Reading

Info

Gubernur Pramono Anung “Ngalah” ke ARMY: Konser BTS di Jakarta Berpeluang Besar Digelar di GBK

Published

on

Pramono Anung, Gubernur DKI Kompas/Riza Fathoni (RZF)

JAKARTA – Teka-teki lokasi konser mega bintang K-Pop, BTS, di Jakarta perlahan mulai menemui titik terang. Setelah sempat memicu perdebatan di kalangan penggemar, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, akhirnya memberikan lampu hijau jika Gelora Bung Karno (GBK) menjadi opsi utama ketimbang Jakarta International Stadium (JIS).

Rencana kedatangan RM dan kawan-kawan yang dijadwalkan pada 26-27 Desember mendatang memang menjadi perbincangan panas. Sebelumnya, Pramono sempat mengusulkan agar konser digelar di JIS, namun usulan tersebut mendapat reaksi keras dari para ARMY (sebutan fans BTS) yang lebih menginginkan kemegahan stadion legendaris GBK.

Intervensi “Keluarga”: Saat Anak Gubernur Turun Tangan

Menariknya, perubahan sikap sang Gubernur ternyata dipicu oleh masukan dari orang terdekatnya sendiri. Pramono mengungkapkan bahwa anaknya, yang juga merupakan seorang ARMY, sempat “memprotes” pernyataannya soal pemilihan lokasi.

“Anak saya juga ARMY, sampai saya bangun tidur diketok pintu saya, ‘Dad, ngapain ngurusin ARMY? Sudahlah biar yang ARMY bisa menikmati’. Saya bilang, oke deh mulai hari ini Bapakmu tidak statement lagi,” ujar Pramono di Kebayoran Baru, Senin (20/4/2026).

Mendengar aspirasi tersebut, Pramono akhirnya memilih untuk tidak lagi mencampuri keputusan teknis pemilihan lokasi. “Kali ini saya ngalah, kalau main di GBK juga nggak apa-apa,” tambahnya.

Keputusan Akhir Ada di Tangan Promotor

Meskipun sempat memperjuangkan JIS sebagai venue pada forum Musrenbang pekan lalu, kini Gubernur menyerahkan sepenuhnya keputusan akhir kepada pihak penyelenggara dan promotor. Baginya, yang terpenting adalah kenyamanan para penonton dan kelancaran acara yang akan menjadi salah satu event terbesar di penghujung tahun 2026.

Selain BTS, Jakarta dipastikan akan menjadi magnet konser dunia tahun ini. Nama-nama besar seperti Guns N’ Roses, Metallica, hingga The Weeknd disebut sudah mulai masuk dalam daftar rencana pertunjukan besar di ibu kota. (*)

Continue Reading

Info

Penantian 9 Tahun Tuntas! Slank Sukses Obati Rindu Slankers Malang di Lapangan Rampal

Published

on

MALANG – Kota Malang akhirnya kembali “membiru” oleh energi para Slankers. Setelah absen selama sembilan tahun tidak menyapa penggemarnya di Kota Bunga, grup band legendaris Slank resmi kembali menghentak panggung Malang dalam gelaran konser bertajuk “Hey Slank X HS”.

Ribuan penonton memadati Lapangan Rampal, Kota Malang, pada Minggu (19/4/2026) malam, menciptakan lautan manusia yang antusias menantikan aksi panggung Kaka, Bimbim, Ridho, Abdee, dan Ivanka.

Momen Reuni yang Emosional

Kembalinya Slank ke Malang bukan sekadar konser biasa, melainkan sebuah momen reuni yang emosional. Terakhir kali band bermarkas di Potlot ini manggung di Malang adalah hampir satu dekade silam. Tak heran, sejak sore hari, para Slankers dari berbagai daerah di Jawa Timur sudah mulai berdatangan ke area Lapangan Rampal untuk mengamankan posisi paling depan.

Energi Tanpa Batas

Dalam konser semalam, Slank tampil dengan stamina yang luar biasa, membawakan deretan lagu hits yang sudah akrab di telinga lintas generasi. Suasana semakin pecah saat lagu-lagu lagu kebangsaan Slankers dikumandangkan, membuat seluruh isi Lapangan Rampal bernyanyi bersama di bawah langit Malang.

Kehadiran Slank dalam format konser “Hey Slank X HS” ini membuktikan bahwa daya tarik band yang sudah berdiri sejak dekade 80-an ini tetap magis dan tak lekang oleh zaman, terutama di kota dengan basis massa musik yang kuat seperti Malang. (*)

Continue Reading

Info

Mau Vibes Coachella tapi Budget Mahasiswa? Ini Daftar Festival Musik Lokal yang Gak Kalah Estetik

Published

on

We The Fest

Melihat harga tiket Coachella 2026 yang menembus angka belasan hingga puluhan juta rupiah mungkin bikin dompet kita mendadak “sesak napas”. Namun, buat kamu yang mengincar vibes festival musik luar ruangan dengan fashion yang ikonik dan instalasi seni yang Instagrammable, Indonesia sebenarnya punya banyak opsi yang jauh lebih ramah di kantong.

Bukan sekadar konser biasa, festival-festival ini menawarkan pengalaman sensorik yang serupa—musik lintas genre, area terbuka yang luas, hingga suasana komunitas yang kental. Berikut adalah daftarnya!

1. Jazz Gunung Bromo (Probolinggo)

Jika Coachella punya latar belakang gurun California, Indonesia punya megahnya pegunungan Bromo. Jazz Gunung Bromo menawarkan pengalaman “Jazz di Atas Awan” dengan amphitheater terbuka di Jiwa Jawa Resort.

  • Vibes Coachella-nya: Panggung terbuka dengan latar alam yang dramatis dan udara dingin yang bikin kamu bisa tampil dengan layering outfit yang chic.
  • Budget: Tiket harian (Daily Pass) dimulai dari sekitar Rp420.000, jauh lebih murah dibanding harga tiket harian Coachella yang mencapai jutaan.

2. We The Fest (Jakarta)

Banyak yang menyebut We The Fest (WTF) sebagai “Coachella-nya Indonesia”. Festival ini berhasil menggabungkan musik, seni, mode, dan makanan dalam satu kawasan terpadu.

  • Vibes Coachella-nya: Line-up internasional yang kekinian, instalasi seni raksasa yang estetik, dan area Beyond The Music yang memberikan pengalaman lifestyle menyeluruh.
  • Budget: Tiket early bird biasanya dibanderol mulai dari Rp1,5 jutaan untuk 3 hari—angka yang sangat masuk akal untuk deretan artis internasional.

3. Joyland Festival (Jakarta & Bali)

Bagi kamu yang menyukai sisi indie dan artsy dari Coachella, Joyland Festival adalah destinasi wajib. Terutama edisi Bali yang sering diadakan di green area dengan pemandangan laut atau taman yang asri.

  • Vibes Coachella-nya: Sangat ramah keluarga (family friendly), santai, banyak workshop kreatif, dan suasana piknik di atas rumput yang sangat “pagi-pagi di Coachella”.
  • Budget: Harga tiket berkisar di angka Rp500 ribu hingga Rp1 juta, tergantung kategori dan waktu pembelian.

4. Forestra (Cikole, Lembang)

Ingin merasakan sensasi konser di tengah hutan pinus dengan tata lampu yang magis? Forestra adalah jawabannya. Berbeda dengan gurun yang panas, di sini kamu akan dimanjakan dengan orkestra di tengah hutan.

  • Vibes Coachella-nya: Elemen seni dan alam yang menyatu sempurna. Sangat cocok untuk kamu yang suka konten visual dengan lighting panggung yang megah di malam hari.
  • Budget: Tiket biasanya tersedia mulai dari Rp300 ribuan, sangat terjangkau untuk pengalaman seunik ini. (*)

Continue Reading

Trending