Connect with us

Info

5 Event Paling “Gila” dan Unik di Dunia yang Wajib Masuk Bucket List Kamu!

Published

on

Event Cooper's Hill Cheese-Rolling.

Bosan dengan hiruk-pikuk konser musik yang itu-itu saja? Ternyata, di berbagai belahan dunia, manusia punya cara yang sangat unik—bahkan cenderung ekstrem—untuk merayakan tradisi dan kebersamaan. Mulai dari mengejar keju di bukit curam hingga menerbangkan ribuan lampion ke angkasa, event-event ini menawarkan pengalaman yang tak terlupakan.

Berikut adalah 5 event paling unik di dunia yang wajib Anda ketahui:

1. Cooper’s Hill Cheese-Rolling (Inggris): Balapan Paling “Berbahaya”

Di Gloucestershire, Inggris, setiap tahunnya orang-orang berkumpul untuk mengejar sebuah keju Double Gloucester seberat 4 kg yang digulingkan dari puncak bukit.

  • Keunikannya: Bukit Cooper sangat curam hingga hampir tidak mungkin untuk lari tanpa terjatuh. Alhasil, para peserta biasanya akan terlihat “terbang” dan bergulung-gulung ke bawah demi mengejar keju yang bisa melaju hingga kecepatan 110 km/jam. Hadiahnya? Keju yang mereka kejar itu sendiri dan kebanggaan yang tak ternilai.

2. Yi Peng Lantern Festival (Thailand): Keajaiban Langit Chiang Mai

Jika Anda pernah melihat film Tangled, festival ini adalah versi nyata dari keindahan tersebut. Festival Yi Peng dirayakan dengan melepaskan ribuan lampion kertas (khom loi) ke langit malam secara serentak.

  • Keunikannya: Langit Chiang Mai akan berubah menjadi lautan cahaya oranye yang bergerak perlahan. Bagi masyarakat lokal, ini adalah simbol melepaskan nasib buruk dan menyambut harapan baru. Pemandangan visualnya dianggap sebagai salah satu yang tercantik di dunia.

3. Albuquerque International Balloon Fiesta (AS): Invasi Balon Udara

Setiap bulan Oktober, langit New Mexico berubah menjadi kanvas raksasa. Ini adalah festival balon udara terbesar dan yang paling sering difoto di seluruh dunia.

  • Keunikannya: Ada momen Mass Ascension, di mana ratusan balon udara dengan berbagai bentuk unik—mulai dari tokoh kartun, hewan, hingga bentuk futuristik—terbang bersamaan saat matahari terbit. Efek visualnya benar-benar spektakuler dan sulit dicari tandingannya.

4. La Tomatina (Spanyol): Perang Makanan Terbesar di Dunia

Pernah membayangkan satu kota berubah menjadi merah karena jus tomat? Di Bunol, Spanyol, ribuan orang berkumpul setiap bulan Agustus hanya untuk satu tujuan: saling melempar tomat.

  • Keunikannya: Lebih dari 100 ton tomat matang dilemparkan di sepanjang jalanan kota dalam waktu satu jam. Meski terlihat kacau, event ini memiliki aturan ketat (seperti tomat harus diremas dulu sebelum dilempar agar tidak cedera) dan merupakan simbol kegembiraan murni tanpa batas.

5. World Bog Snorkelling (Wales): Renang di Parit Lumpur

Mungkin ini adalah event olahraga paling aneh yang pernah diciptakan. Di Llanwrtyd Wells, Wales, orang-orang berlomba berenang di parit berlumpur yang dingin sepanjang 55 meter.

  • Keunikannya: Peserta dilarang menggunakan gaya renang konvensional (seperti gaya bebas atau katak) dan hanya boleh mengandalkan kekuatan kaki (flippers) serta snorkel. Banyak peserta yang datang menggunakan kostum lucu, mulai dari pakaian superhero hingga kostum dinosaurus, menambah kesan komedi di tengah dinginnya lumpur. (*)

Continue Reading

Info

Gubernur Pramono Anung “Ngalah” ke ARMY: Konser BTS di Jakarta Berpeluang Besar Digelar di GBK

Published

on

Pramono Anung, Gubernur DKI Kompas/Riza Fathoni (RZF)

JAKARTA – Teka-teki lokasi konser mega bintang K-Pop, BTS, di Jakarta perlahan mulai menemui titik terang. Setelah sempat memicu perdebatan di kalangan penggemar, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, akhirnya memberikan lampu hijau jika Gelora Bung Karno (GBK) menjadi opsi utama ketimbang Jakarta International Stadium (JIS).

Rencana kedatangan RM dan kawan-kawan yang dijadwalkan pada 26-27 Desember mendatang memang menjadi perbincangan panas. Sebelumnya, Pramono sempat mengusulkan agar konser digelar di JIS, namun usulan tersebut mendapat reaksi keras dari para ARMY (sebutan fans BTS) yang lebih menginginkan kemegahan stadion legendaris GBK.

Intervensi “Keluarga”: Saat Anak Gubernur Turun Tangan

Menariknya, perubahan sikap sang Gubernur ternyata dipicu oleh masukan dari orang terdekatnya sendiri. Pramono mengungkapkan bahwa anaknya, yang juga merupakan seorang ARMY, sempat “memprotes” pernyataannya soal pemilihan lokasi.

“Anak saya juga ARMY, sampai saya bangun tidur diketok pintu saya, ‘Dad, ngapain ngurusin ARMY? Sudahlah biar yang ARMY bisa menikmati’. Saya bilang, oke deh mulai hari ini Bapakmu tidak statement lagi,” ujar Pramono di Kebayoran Baru, Senin (20/4/2026).

Mendengar aspirasi tersebut, Pramono akhirnya memilih untuk tidak lagi mencampuri keputusan teknis pemilihan lokasi. “Kali ini saya ngalah, kalau main di GBK juga nggak apa-apa,” tambahnya.

Keputusan Akhir Ada di Tangan Promotor

Meskipun sempat memperjuangkan JIS sebagai venue pada forum Musrenbang pekan lalu, kini Gubernur menyerahkan sepenuhnya keputusan akhir kepada pihak penyelenggara dan promotor. Baginya, yang terpenting adalah kenyamanan para penonton dan kelancaran acara yang akan menjadi salah satu event terbesar di penghujung tahun 2026.

Selain BTS, Jakarta dipastikan akan menjadi magnet konser dunia tahun ini. Nama-nama besar seperti Guns N’ Roses, Metallica, hingga The Weeknd disebut sudah mulai masuk dalam daftar rencana pertunjukan besar di ibu kota. (*)

Continue Reading

Info

Penantian 9 Tahun Tuntas! Slank Sukses Obati Rindu Slankers Malang di Lapangan Rampal

Published

on

MALANG – Kota Malang akhirnya kembali “membiru” oleh energi para Slankers. Setelah absen selama sembilan tahun tidak menyapa penggemarnya di Kota Bunga, grup band legendaris Slank resmi kembali menghentak panggung Malang dalam gelaran konser bertajuk “Hey Slank X HS”.

Ribuan penonton memadati Lapangan Rampal, Kota Malang, pada Minggu (19/4/2026) malam, menciptakan lautan manusia yang antusias menantikan aksi panggung Kaka, Bimbim, Ridho, Abdee, dan Ivanka.

Momen Reuni yang Emosional

Kembalinya Slank ke Malang bukan sekadar konser biasa, melainkan sebuah momen reuni yang emosional. Terakhir kali band bermarkas di Potlot ini manggung di Malang adalah hampir satu dekade silam. Tak heran, sejak sore hari, para Slankers dari berbagai daerah di Jawa Timur sudah mulai berdatangan ke area Lapangan Rampal untuk mengamankan posisi paling depan.

Energi Tanpa Batas

Dalam konser semalam, Slank tampil dengan stamina yang luar biasa, membawakan deretan lagu hits yang sudah akrab di telinga lintas generasi. Suasana semakin pecah saat lagu-lagu lagu kebangsaan Slankers dikumandangkan, membuat seluruh isi Lapangan Rampal bernyanyi bersama di bawah langit Malang.

Kehadiran Slank dalam format konser “Hey Slank X HS” ini membuktikan bahwa daya tarik band yang sudah berdiri sejak dekade 80-an ini tetap magis dan tak lekang oleh zaman, terutama di kota dengan basis massa musik yang kuat seperti Malang. (*)

Continue Reading

Info

Mau Vibes Coachella tapi Budget Mahasiswa? Ini Daftar Festival Musik Lokal yang Gak Kalah Estetik

Published

on

We The Fest

Melihat harga tiket Coachella 2026 yang menembus angka belasan hingga puluhan juta rupiah mungkin bikin dompet kita mendadak “sesak napas”. Namun, buat kamu yang mengincar vibes festival musik luar ruangan dengan fashion yang ikonik dan instalasi seni yang Instagrammable, Indonesia sebenarnya punya banyak opsi yang jauh lebih ramah di kantong.

Bukan sekadar konser biasa, festival-festival ini menawarkan pengalaman sensorik yang serupa—musik lintas genre, area terbuka yang luas, hingga suasana komunitas yang kental. Berikut adalah daftarnya!

1. Jazz Gunung Bromo (Probolinggo)

Jika Coachella punya latar belakang gurun California, Indonesia punya megahnya pegunungan Bromo. Jazz Gunung Bromo menawarkan pengalaman “Jazz di Atas Awan” dengan amphitheater terbuka di Jiwa Jawa Resort.

  • Vibes Coachella-nya: Panggung terbuka dengan latar alam yang dramatis dan udara dingin yang bikin kamu bisa tampil dengan layering outfit yang chic.
  • Budget: Tiket harian (Daily Pass) dimulai dari sekitar Rp420.000, jauh lebih murah dibanding harga tiket harian Coachella yang mencapai jutaan.

2. We The Fest (Jakarta)

Banyak yang menyebut We The Fest (WTF) sebagai “Coachella-nya Indonesia”. Festival ini berhasil menggabungkan musik, seni, mode, dan makanan dalam satu kawasan terpadu.

  • Vibes Coachella-nya: Line-up internasional yang kekinian, instalasi seni raksasa yang estetik, dan area Beyond The Music yang memberikan pengalaman lifestyle menyeluruh.
  • Budget: Tiket early bird biasanya dibanderol mulai dari Rp1,5 jutaan untuk 3 hari—angka yang sangat masuk akal untuk deretan artis internasional.

3. Joyland Festival (Jakarta & Bali)

Bagi kamu yang menyukai sisi indie dan artsy dari Coachella, Joyland Festival adalah destinasi wajib. Terutama edisi Bali yang sering diadakan di green area dengan pemandangan laut atau taman yang asri.

  • Vibes Coachella-nya: Sangat ramah keluarga (family friendly), santai, banyak workshop kreatif, dan suasana piknik di atas rumput yang sangat “pagi-pagi di Coachella”.
  • Budget: Harga tiket berkisar di angka Rp500 ribu hingga Rp1 juta, tergantung kategori dan waktu pembelian.

4. Forestra (Cikole, Lembang)

Ingin merasakan sensasi konser di tengah hutan pinus dengan tata lampu yang magis? Forestra adalah jawabannya. Berbeda dengan gurun yang panas, di sini kamu akan dimanjakan dengan orkestra di tengah hutan.

  • Vibes Coachella-nya: Elemen seni dan alam yang menyatu sempurna. Sangat cocok untuk kamu yang suka konten visual dengan lighting panggung yang megah di malam hari.
  • Budget: Tiket biasanya tersedia mulai dari Rp300 ribuan, sangat terjangkau untuk pengalaman seunik ini. (*)

Continue Reading

Trending