Connect with us

Kabar Plus

Swietenia Puspa Lestari: Sosok Muda Pelindung Laut dari Ancaman Sampah Plastik

Avatar photo

Published

on

Swietenia Puspa Lestari, perempuan muda asal Indonesia, menjadi sorotan dunia berkat kiprahnya dalam gerakan penyelamatan laut dari ancaman sampah plastik. Pendiri organisasi Divers Clean Action (DCA) ini telah membuktikan bahwa aksi lingkungan bisa dimulai dari komunitas kecil namun berdampak besar, bahkan sampai tingkat global.

Kepedulian Swietenia terhadap kondisi laut dimulai sejak ia aktif sebagai penyelam. Ia menyaksikan secara langsung bagaimana terumbu karang yang seharusnya menjadi habitat laut justru dipenuhi sampah plastik. Pengalaman itu menjadi titik balik yang membawanya mendirikan Divers Clean Action pada tahun 2015.

Sejak saat itu, DCA yang ia pimpin fokus pada edukasi pengelolaan sampah dan pembersihan laut, terutama di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil seperti Kepulauan Seribu. Organisasi ini telah melibatkan ribuan relawan muda dari berbagai daerah untuk melakukan coastal clean-up, edukasi ke nelayan, dan advokasi kebijakan ramah lingkungan.

“Laut bukan tempat sampah. Jika laut rusak, kehidupan manusia di daratan juga ikut terdampak,” ujar Tenia dalam salah satu wawancara yang dikutip dari FIMELA.com (2024).

Tak hanya beraksi di lapangan, Swietenia juga aktif menyuarakan isu lingkungan di berbagai forum internasional. Ia pernah menjadi pembicara di United Nations Ocean Conference dan masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia 2019 untuk kategori Social Entrepreneurs.

Gerakannya menempatkan lingkungan sebagai isu lintas generasi dan memperlihatkan bahwa anak muda memiliki peran vital dalam menyelamatkan bumi. Dengan prinsip “dari laut, oleh anak muda, untuk masa depan”, Swietenia terus menginspirasi banyak orang untuk terlibat dalam gerakan keberlanjutan.

Kini, Divers Clean Action telah berkembang menjadi salah satu gerakan lingkungan yang paling aktif di Asia Tenggara, dengan misi tidak hanya membersihkan laut, tetapi juga mendorong perubahan kebijakan dan gaya hidup minim sampah. (*)

Continue Reading

Kabar Plus

Inilah 5 Konser Musik dengan Penonton Terbanyak Sepanjang Sejarah

Published

on

Konser Rod Stewart di Pantai Copacabana.

Dalam dunia hiburan, jumlah penonton seringkali menjadi tolok ukur kesuksesan seorang musisi. Jika konser di stadion berkapasitas 50.000 hingga 80.000 orang sudah dianggap luar biasa, deretan musisi berikut ini justru berhasil mengumpulkan jutaan orang dalam satu panggung tunggal.

Sebagian besar konser ini diadakan secara gratis di ruang terbuka seperti pantai atau lapangan kota, namun skala produksinya tetap menjadi yang termegah di dunia. Berikut adalah daftar 5 konser musik dengan penonton terbanyak yang pernah tercatat:

1. Rod Stewart di Pantai Copacabana (1994)

  • Jumlah Penonton: Sekitar 3,5 – 4,2 Juta Orang
  • Lokasi: Rio de Janeiro, Brasil

Hingga saat ini, Rod Stewart memegang rekor Guinness World Record untuk konser rock gratis terbesar. Diadakan tepat pada malam pergantian tahun 1994, lautan manusia memenuhi pantai Copacabana sepanjang 4 kilometer. Meski beberapa sumber menyebutkan angka 3,5 juta, pemerintah setempat memperkirakan jumlahnya mencapai 4,2 juta orang jika menghitung mereka yang berada di kapal-kapal di sekitar pantai.

2. Jean-Michel Jarre: Moscow 850 (1997)

  • Jumlah Penonton: Sekitar 3,5 Juta Orang
  • Lokasi: Moskow, Rusia

Pionir musik elektronik asal Prancis, Jean-Michel Jarre, diundang oleh pemerintah Rusia untuk merayakan ulang tahun kota Moskow yang ke-850. Konser yang memadukan musik synthesizer, kembang api raksasa, dan proyeksi laser ini berhasil menyamai rekor Rod Stewart. Menariknya, konser ini dilakukan di depan Universitas Negeri Moskow yang megah.

3. Madonna: The Celebration Tour (2024)

  • Jumlah Penonton: Sekitar 1,6 Juta Orang
  • Lokasi: Pantai Copacabana, Brasil

Sebagai penutup tur dunia “The Celebration Tour”, Queen of Pop Madonna memberikan pertunjukan gratis yang spektakuler pada Mei 2024. Penonton memadati area pantai hingga ke jalan-jalan sekitarnya. Ini tercatat sebagai konser tunggal (bukan festival) terbesar dalam karier Madonna, membuktikan bahwa daya tariknya tidak memudar meski telah berkarier selama empat dekade.

4. Monsters of Rock: Metallica & AC/DC (1991)

  • Jumlah Penonton: Sekitar 1,6 Juta Orang
  • Lokasi: Lapangan Udara Tushino, Moskow

Diadakan tak lama setelah runtuhnya Uni Soviet, festival “Monsters of Rock” menjadi simbol kebebasan bagi warga Rusia saat itu. Penampilan legendaris dari Metallica dan AC/DC di panggung ini dianggap sebagai salah satu momen paling ikonik dalam sejarah musik rock. Angka penonton diperkirakan mencapai 1,6 juta, meski angka pastinya sulit diverifikasi karena situasi keamanan yang sangat padat saat itu.

5. The Rolling Stones: A Bigger Bang Tour (2006)

  • Jumlah Penonton: Sekitar 1,5 Juta Orang
  • Lokasi: Pantai Copacabana, Brasil

Brasil tampaknya menjadi magnet bagi konser raksasa. The Rolling Stones membawa tur “A Bigger Bang” mereka ke pasir putih Copacabana. Dengan panggung setinggi gedung tujuh lantai dan jembatan khusus yang menghubungkan hotel mereka langsung ke panggung, Mick Jagger dkk. menghibur lebih dari 1,5 juta orang dalam salah satu konser rock paling tertib namun masif di dunia. (*)

Continue Reading

Kabar Plus

ARMY Indonesia Siap-Siap! BTS Resmi Kembali ke Jakarta 26-27 Desember 2026

Published

on

BTS

JAKARTA – Penantian panjang para ARMY Indonesia akhirnya berujung manis. Grup fenomena global asal Korea Selatan, BTS, secara resmi mengonfirmasi kehadiran mereka di Jakarta lewat pengumuman tur dunia terbaru mereka yang dirilis pada Rabu (14/1) dini hari waktu Korea (KST).

Konser bertajuk BTS World Tour 2026 ini dijadwalkan akan berlangsung selama dua hari, yakni pada 26 dan 27 Desember 2026. Jakarta pun terpilih sebagai kota penutup rangkaian tur mereka di tahun 2026 sebelum berlanjut ke Australia pada awal 2027.

Tur Terbesar Sepanjang Sejarah Grup

Melansir laporan Bloomberg, tur dunia kali ini diprediksi akan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah karier RM dkk. BTS direncanakan menggelar total 65 konser di seluruh dunia, dengan lebih dari 30 pertunjukan difokuskan di Amerika Utara saja.

Tur ini juga menandai kembalinya mereka ke panggung sebagai grup penuh setelah lima tahun berlalu sejak Permission to Dance on Stage (2021). Menariknya, tur besar-besaran ini digelar tepat setelah BTS dijadwalkan merilis album baru pada 20 Maret 2026.

Melepas Rindu Setelah 9 Tahun

Bagi ARMY Indonesia, momen ini sangat emosional. Konser Desember nanti akan menjadi penampilan grup lengkap pertama BTS di Jakarta setelah hampir sembilan tahun lamanya. Terakhir kali BTS tampil sebagai grup di Indonesia adalah saat gelaran konser The Wings Tour di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD pada 2017 silam.

Meskipun dalam beberapa tahun terakhir Suga dan J-Hope sempat menyapa penggemar lewat proyek solo, kehadiran tujuh anggota lengkap di atas satu panggung tetap menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu.

Jadwal Asia Tenggara dan Sekitarnya

BTS akan memulai perjalanan mereka di Goyang, Korea Selatan pada April 2026, lalu melintasi Jepang, Amerika, dan Eropa. Sebelum mendarat di Jakarta, mereka akan menyambangi beberapa kota di Asia Tenggara: Bangkok, Kuala Lumpur, Singapura, Jakarta.

Menanggapi antusiasme kembalinya para anggota dari wajib militer hingga pengumuman tur ini, Bang Si-hyuk (Pendiri HYBE) dalam sebuah wawancara sebelumnya sempat menekankan pentingnya reuni ini:

“Kami sangat menyadari betapa besarnya ekspektasi penggemar global. Proyek 2026 ini bukan sekadar tur, melainkan perayaan kembalinya BTS sebagai entitas yang utuh untuk memulai babak baru yang lebih spektakuler,” ucap Bang Si-hyuk via Korea JoongAng Daily.

Informasi Tiket dan Venue

Hingga saat ini, Big Hit Music belum merilis detail mengenai lokasi (venue) maupun harga tiket untuk konser di Jakarta. Namun, melihat antusiasme yang luar biasa, banyak pihak memprediksi Jakarta International Stadium (JIS) atau Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) menjadi kandidat kuat lokasi konser demi menampung puluhan ribu penggemar.

ARMY diharapkan waspada terhadap informasi tidak resmi dan terus memantau kanal komunikasi resmi BTS di Weverse atau akun media sosial Big Hit Music. (*)

Continue Reading

Kabar Plus

Mengintip Raksasa di Balik Layar: 5 Event Organizer Terbaik di Indonesia

Published

on

Foto: Kata Data

Industri Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) serta hiburan di Indonesia terus menunjukkan taringnya. Pasca-pandemi, gairah masyarakat untuk menghadiri pameran otomotif hingga festival musik berskala internasional meningkat pesat. Di balik kesuksesan tersebut, ada tangan dingin para penyelenggara event (Event Organizer) yang mampu mengelola logistik rumit dan kreativitas tinggi.

Berikut adalah 5 penyelenggara event terbaik di Indonesia yang telah diakui secara nasional maupun internasional:

1. Dyandra Promosindo (Grup Kompas Gramedia)

Sebagai pionir dalam industri pameran dagang di Indonesia, Dyandra Promosindo tetap menjadi pemimpin pasar. Fokus utama mereka adalah pameran B2B dan B2C berskala besar yang melibatkan ribuan peserta dan transaksi triliunan rupiah.

  • Karya Ikonik: Indonesia International Motor Show (IIMS).
  • Keunggulan: Memiliki infrastruktur yang kuat di bawah naungan PT Dyandra Media International Tbk (DYAN).

2. Ismaya Live

Bagian dari Ismaya Group, perusahaan ini mengubah wajah festival musik di Indonesia menjadi sebuah gaya hidup. Mereka dikenal karena produksi panggung yang megah dan kemampuan mendatangkan musisi kelas dunia secara konsisten.

  • Karya Ikonik: Djakarta Warehouse Project (DWP) dan We The Fest.
  • Keunggulan: Standar hospitality yang tinggi dan kurasi line-up artis yang selalu relevan dengan tren global.

3. Java Festival Production

Perusahaan ini telah memposisikan Indonesia sebagai destinasi wajib bagi musisi jazz internasional. Profesionalitas mereka dalam mengelola festival multi-hari dengan belasan panggung sekaligus menjadikannya salah satu yang terbaik di Asia.

  • Karya Ikonik: Jakarta International Java Jazz Festival.
  • Keunggulan: Manajemen artis internasional yang sangat berpengalaman dan konsistensi selama hampir dua dekade.

4. Alcor Prime

Alcor Prime menonjol karena model bisnisnya yang terintegrasi. Mereka tidak hanya berperan sebagai EO, tetapi juga memiliki manajemen venue, penyewaan alat produksi, hingga distribusi tiket.

  • Karya Ikonik: Berbagai konser internasional dan acara korporat besar di The Kasablanka Hall.
  • Keunggulan: Solusi end-to-end yang sangat memudahkan klien korporat (MICE).

5. Rajawali Indonesia

Promotor asal Yogyakarta ini membuktikan bahwa kualitas internasional tidak harus berpusat di Jakarta. Mereka dikenal sangat mahir dalam mengawinkan pertunjukan musik modern dengan situs warisan budaya Indonesia.

  • Karya Ikonik: Prambanan Jazz Festival dan JogjaRockarta.
  • Keunggulan: Konsep “Cultural Tourism” yang berhasil menarik wisatawan mancanegara. (*)

Continue Reading

Trending