Connect with us

Agenda

Adfuntorace 2025 Siap Digelar di Pasuruan, Lari Seru di Tengah Keajaiban Alam

Avatar photo

Published

on

Sukses digelar pada 2024 lalu, Tahun ini Adfuntorace kembali hadir untuk memberikan pengalaman yang berbeda. Berlari di Tengah belantara hutan tropis sambil merasakan keajaiban alam yang masih tersembuyi.

Adfuntorace 2025 akan diselenggarakan di Kebun Raya Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur pada 19 – 20 Juli 2025. Race day digelar pada 20 Juli 2025 dan peserta wajib mengambil RPC pada pada 19 Juli di venue yang sama. Program berbasis olahraga dan wisata ini buah kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur (Disbudpar), Kebun Raya Purwodadi dan Moksha Indonesia sebagai Event Producer, didukung SR.ID sebagai race management. Adfuntorace hadir ambil bagian di tengah gemuruh eforia popularitas sport tourism yang kian masif di Indonesia.

Melintasi beberapa etape unik dipeluk hamparan hijau eksotis alam Pasuruan, Adfuntorace 2025 memberi pengalaman berbeda dalam menikmati lari. Bertajuk ‘The Magical Wild, pelari dihidangkan keajaiban alam yang unik dan lestari. Seperti tahun lalu, cheering point yang melimpah juga bakal memberi energi ganda buat pelari untuk menyelesaikan kompetisi yang padat.

Adfuntorace 2025 menyiapkan 3 kategori lari national open yakni 3K (family & individu), 7K (individu) dan 14K (individu) dengan tipe trek mixed road didominasi road. Para pelari juga mendapatkan exclusive Jersey, finisher medal, BIB with timing chip dan goodie bag serta berhak menikmati race village (Adfuntofest) secara gratis pada 19 Juli 2025 yang digelar di atas lahan lebih dari 85ha di area Kebun Raya Purwodadi, Kab Pasuruan. Trek yang disajikan berada pada level ketinggian 300 – 400 mdpl dengan suhu udara yang relatif sejuk ditemani beragam vegetasi langka koleksi Kebun raya Purwodadi yang berjumlah lebih dari 11.000 spesimen. Kegiatan ini masih disempurnakan dengan pesona kekayaan budaya Pasuruan.

Olahraga lari, dalam satu dasawarsa terakhir memang mencapai puncak popularitasnya. Indonesia, kini memasuki era baru. Olahraga terutama lari jadi primadona untuk semua kalangan dan usia. Berdasarkan data yang tercatat pada aplikasi Garmin Connect pada Mei 2024, terdapat lebih dari 80 ribu pengguna yang aktif berlari di Indonesia. Jumlah ini meningkat dibandingkan Mei tahun sebelumnya yang hanya mencapai 35 ribu pelari. 

Nyatanya, olahraga lari bukan sekedar tentang hidup sehat tapi juga berwisata. Maka layak jika olahraga ini digadang-gadang menjadi salah satu kekuatan baru untuk mendongkrak sport tourism di tanah air.

Sementara itu, Pemerintah ingin mengejar target kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) hingga 14,3 juta orang. Di antaranya dengan menggelar event-event sport tourism kelas dunia. tren sport tourism turut meningkatkan kedatangan wisatawan mancanegara dan domestik. Sehingga, event penyelenggaraan dalam bentuk sport tourism khususnya akan selalu didukung oleh pemerintah.

Perkembangan sport tourism yang pesat harus diakui telah menjadi penggerak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Diperkirakan, sport tourism akan menjadi tren pariwisata yang memiliki pasar cukup besar. Tidak main-main, pertumbuhan sport tourism di Indonesia diperkirakan bisa mencapai lebih dari Rp18.790 Triliun pada 2025 ini. 

Race Village ’Arena dan Gembira’
Selain race, Adfuntorace juga memberi ruang yang luas buat industri kreatif Pasuruan dan Jawa Timur untuk unjuk gigi lewat Adfuntofest. Program ini merupakan site content Adfuntorace yang dikemas sebagai Race Village. Memungkinkan semua kelompok industri UMKM, komunitas kreatif dan stakeholder untuk berkolaborasi menemukan pasar yang baru. Dengan tagline, Arena dan Gembira, program ini tampil menjadi panggung bersama untuk menciptakan bilik-bilik promosi yang efektif, penuh kegembiraan.

Adfuntofest sendiri memiliki daya tampung hingga 5 ribu orang, bakal dibuka untuk umum. Serunya lagi, di tempat tersebut peserta dan pengunjung umum dapat menikmati beragam kegiatan alam, mulai dari jungle tour, fasilitas campsite, sunset yoga, pertunjukan seni dan musik hingga pesta kuliner legenda dan arena bermain yang ramah untuk keluarga. Pada akhirnya, Adfuntorace memang bukan sekedar berolahraga, tapi juga berolah jiwa. Change the way you run ! One Pace, One Journey !

Continue Reading

Agenda

Sounds of Downtown (SOD) Festival 2026 Umumkan 24 Line-Up Fase Awal

Published

on

SURABAYA – Kabar gembira buat para pencinta festival musik di Jawa Timur, khususnya Kota Pahlawan! Festival musik tahunan yang paling dinanti, Sounds of Downtown (SOD) Festival 2026, resmi mengumumkan rangkaian fase awal pengisi acara mereka yang dipastikan bakal membuat suasana Agustus nanti pecah dan meriah.

Mengusung tagar #FestivalUntukSemua, gelaran akbar ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari berturut-turut pada 1 dan 2 Agustus 2026 bertempat di Surabaya, Indonesia.

Gandeng 24 Musisi Lintas Genre, dari Mahalini hingga Band Malaysia

Berdasarkan visual poster resmi fase awal yang dirilis, pihak promotor langsung menggebrak dengan mengamankan 24 nama besar di industri musik domestik hingga regional.

Sederet solois papan atas yang sedang naik daun dipastikan masuk dalam daftar, mulai dari Mahalini, Sal Priadi, Nadin Amizah, Nadhif Basalamah, Rony Parulian, Adrian Khalif, hingga penyanyi solo asal Surabaya, Naykilla. Tak ketinggalan, nama penghibur ikonis Aldi Taher juga siap memberikan aksi panggung yang tak terduga.

Bagi pencinta format band, SOD Festival 2026 menyajikan paket super lengkap lintas generasi. Mulai dari band indie legendaris seperti The Adams, Efek Rumah Kaca, dan Barasuara, hingga lini pop-melankolis kekinian macam Juicy Luicy, For Revenge x TP, dan Maliq & D’Essentials. Musik bernuansa retro dan distorsi juga akan diwakili oleh The Panturas, Perunggu, HiVi!, Murphy Radio, 510, DNA, Juan Reza, TENXI, dan NPD.

Menariknya, festival tahun ini kembali membawa warna internasional dengan menghadirkan grup musik populer asal Malaysia, Masdo, yang terkenal dengan lagu-lagu berirama pop 60-an mereka.

Sinyal Kejutan: Kejutan Line-Up Masih Belum Selesai

Meski 24 nama besar sudah sukses di-“unboxing” ke publik, pihak penyelenggara memberikan sinyal kuat bahwa daftar ini masih belum final. Melalui pengumuman resminya, mereka menuliskan “More Guest Stars to be Announced” yang berarti masih akan ada kejutan nama-nama bintang tamu rahasia berikutnya yang siap diumumkan secara bertahap.

Bagi para festivalgoers yang tidak ingin kehabisan tempat di barisan penonton, penjualan tiket resmi saat ini sudah mulai bisa diakses secara digital melalui situs resmi penyelenggara di sodfestival.com. (*)

Continue Reading

Agenda

Nadin Amizah, Mahalini, hingga Fiersa Besari Masuk Final Line-Up Tanjung Perak Jazz Festival 2026

Published

on

SURABAYA – Penantian panjang para pencinta musik jazz dan pop-indie di Jawa Timur akhirnya usai. Pihak penyelenggara resmi mengumumkan jajaran final line-up megah yang akan menggetarkan panggung Tanjung Perak Jazz Festival (TPJF) 2026.

Festival musik tahunan kebanggaan arek-arek Suroboyo ini dipastikan bakal digelar pada Minggu, 28 Juni 2026, bertempat di venue baru yang representatif, Surabaya Expo Center.

Banjir Bintang: Kombinasi Pop-Ballad dan Ambiens Jazz

Mengusung jargon “Sail in to the rhythm, beyond wave, beyond tone,” TPJF tahun ini sukses mengumpulkan deretan nama besar lintas generasi di satu panggung. Para penonton akan dimanjakan oleh penampilan dari:

  • Nadin Amizah: Siap membawa magis lewat lirik-lirik puitisnya.
  • Mahalini: Diva pop-ballad yang dijamin bakal bikin satu venue galau berjamaah.
  • SAL: Solois berkarakter kuat yang juga dijadwalkan mengisi panggung IIMS Surabaya akhir Mei nanti.
  • Fiersa Besari & HIVI!: Penjamin atmosfer hangat untuk bernyanyi bersama (sing-along).

Tak hanya itu, panggung TPJF 2026 juga diramaikan oleh deretan talenta hebat lainnya seperti The Skuy, Grizzly, Celia Noreen And Her Band, Eroel Maulana, Sempat Berempat, BRANTA, hingga Desy Agustina.

Mengenal Tanjung Perak Jazz: Ikon Musik Pesisir Kota Pahlawan

Bagi masyarakat Surabaya, Tanjung Perak Jazz bukan sekadar konser musik biasa. Festival ini memiliki akar sejarah yang kuat sebagai representasi denyut nadi musik di kawasan pesisir utara Surabaya. Sejak awal kemunculannya, TPJF konsisten membawa misi untuk mendekatkan musik jazz—yang sering dianggap elite—agar bisa dinikmati oleh semua kalangan dengan sentuhan lokal khas Surabaya yang egaliter dan santai.

Perpindahan lokasi ke Surabaya Expo Center tahun ini juga menandai babak baru bagi TPJF dalam menghadirkan fasilitas menonton yang lebih nyaman, modern, dan berstandar festival nasional.

Info Penjualan Tiket Resmi

Mengingat statusnya yang sudah memasuki final line-up, perburuan tiket diprediksi akan semakin ketat.

  • Platform Resmi: Pembelian tiket dapat dilakukan secara legal dan aman melalui platform TiketBersama.com atau langsung mengakses tautan di bio Instagram resmi @tanjungperakjazz.
  • Peringatan Penting: Pihak manajemen mengimbau seluruh calon penonton untuk waspada terhadap segala bentuk penipuan tiket atau calo yang tidak bertanggung jawab. (*)

Continue Reading

Agenda

Hadirkan Lagu di Film ‘Pakaryan’, Grup Rap Kajawi Siap Meriahkan Screening Film Adaptasi Sastra di Unesa

Published

on

SURABAYA – Grup musik hip-hop Jawa kenamaan asal Ponorogo, Kajawi, dipastikan akan hadir sebagai penampil spesial dalam acara Screening Film karya Mahasiswa Sastra Indonesia Angkatan 2024 Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Acara pemutaran film yang diprediksi bakal dipadati penonton ini akan digelar pada Kamis, 21 Mei 2026 mulai pukul 17.00 WIB, bertempat di Graha Sawunggaling, Kampus Unesa. Antusiasme pengunjung terbukti sangat tinggi setelah tiket kategori Presale 2 dilaporkan telah resmi habis terjual (sold out).

Aksi Singkat Tiga Personel di Panggung Layar Perak

Meski sebagian besar penonton yang hadir berniat untuk menyaksikan rangkaian pemutaran film, kehadiran Kajawi di atas panggung menjadi daya tarik yang sangat dinanti. Lagu milik Kajawi sendiri dipilih menjadi soundtrack resmi untuk salah satu film pendek utama yang berjudul Pakaryan.

Pada penampilan spesial kali ini, Kajawi akan membawa formasi 3 personel, termasuk Muhaeim yang bertindak sebagai DJ sekaligus rapper. Muhaeim membocorkan bahwa karena agenda utamanya adalah screening film dan bukan konser tunggal mereka, Kajawi hanya akan membawakan satu lagu sebagai pemanis pertunjukan.

Ia pun menyampaikan harapannya yang mendalam terkait keterlibatan materi mereka di acara ini.

“Melalui keterlibatan lagu kami di film Pakaryan ini, kami berharap musik rap Jawa tidak hanya dilihat sebagai hiburan dan sarana berjoget semata. Kami ingin memberikan ruang bagi teman-teman semua untuk berpikir, mengevaluasi diri, dan mengambil sikap bijak dalam menghadapi problematika hidup sehari-hari. Selamat menikmati karya film teman-teman Unesa!” ujar Muhaeim.

Eksplorasi Semesta Ahmad Tohari Lewat Sinema

Acara screening ini sendiri sebenarnya berfokus pada penyajian karya sinema independen mahasiswa yang mengadaptasi novel (ekranisasi) dari sastrawan besar Indonesia, Ahmad Tohari. Selain film Pakaryan, dua film pendek adaptasi lainnya yang akan diputar dan menjadi sajian utama bagi para penonton adalah Di Ujung Pematang dan Sangkar yang Berpindah.

Napas Segar Filosofi ‘Cangkriman’

Di luar proyek kolaborasi sinema ini, grup rap Ponorogo tersebut baru saja meluncurkan album terbaru mereka di tahun 2026 yang bertajuk Cangkriman.

Secara bahasa, cangkriman berarti teka-teki atau bedhekan. Album yang berisi empat trek lagu sederhana ini sarat akan refleksi kehidupan dan kritik sosial jenaka yang dibalut dengan tema pewayangan Jawa. Bagi publik yang penasaran dengan warna musik hip-hop lokal khas mereka, seluruh karya Kajawi saat ini sudah bisa dinikmati secara luas di platform YouTube dan Spotify. (*)

Continue Reading

Trending