KUALA LUMPUR – Awal tahun 2026 menjadi saksi sejarah bagi industri musik Nusantara. Duo musisi sensasional yang tengah naik daun di kalangan Gen Z, Tenxi dan Naykilla, sukses menggelar konser kolaborasi perdana mereka di Malaysia bertajuk “Panggung Puting Beliung”.
Konser yang dipromotori oleh Icon Entertainment ini berlangsung selama dua hari berturut-turut, yakni pada Sabtu-Minggu, 10-11 Januari 2026, bertempat di Zepp Kuala Lumpur, salah satu venue konser paling bergengsi di pusat ibu kota Malaysia.
Fenomena “Hipdut” yang Menghipnotis
Tenxi, musisi asal Sidoarjo yang dikenal sebagai pionir genre Hipdut (Hip-hop Dangdut), membawa energi luar biasa dalam penampilan debutnya di Malaysia. Dengan catatan lebih dari 11,2 juta pendengar bulanan di Spotify, Tenxi membuktikan bahwa musik dengan identitas lokal yang kuat mampu menembus batas negara.
Bersama Naykilla, penyanyi berbakat yang juga memiliki basis penggemar militan di Kuala Lumpur, keduanya menyulap Zepp KL menjadi arena pesta musik yang intens. Konser ini tidak hanya sekadar pertunjukan vokal, tetapi juga menyuguhkan visual sinematik dan tata cahaya imersif yang dirancang menyerupai “badai” sesuai dengan tema “Puting Beliung”.
Setlist Ikonik dan Kejutan Panggung
Selama dua jam pertunjukan yang dimulai pukul 20.00 waktu setempat, para penggemar yang dijuluki Tenxiholic diajak bernyanyi bersama deretan lagu hits dari album Puting Beliung. Beberapa momen puncak yang menggetarkan panggung meliputi:
“Garam & Madu (Sakit Dadaku)”: Kolaborasi yang memicu karaoke masal di seluruh area Zepp KL.
“Puting Beliung”: Lagu utama yang diaransemen ulang dengan sentuhan orkestra modern, menciptakan atmosfer dramatis.
“Mejikuhibiniu”: Memberikan warna ceria dan eksperimental yang memperlihatkan chemistry kuat antara Tenxi dan Naykilla.
Pernyataan Emosional dari Atas Panggung
Dalam salah satu sesi, Tenxi sempat mengungkapkan rasa harunya bisa tampil di Malaysia. “Energi penonton di Kuala Lumpur sangat luar biasa. Ini bukan hanya soal musik, ini adalah tentang merayakan identitas Nusantara kita bersama,” ungkapnya.
Naykilla pun menambahkan bahwa tampil di Zepp KL adalah impian yang menjadi kenyataan. “Malaysia selalu punya tempat spesial di hati saya. Melihat kalian semua menari dalam ‘badai’ yang kita cipta malam ini sangat tidak terlupakan.”
Tiket Terjual Habis (Sold Out)
Kesuksesan konser ini sebenarnya sudah terlihat sejak masa penjualan tiket pada November 2025 lalu. Seluruh kategori tiket, mulai dari kategori Berubah hingga paket eksklusif Bintang 5 seharga RM 5.000, ludes terjual dalam waktu singkat.
“Panggung Puting Beliung” bukan sekadar konser musik, melainkan sebuah pernyataan bahwa gelombang baru musik Nusantara moden sedang berputar kencang menuju masa depan industri global.
Detail Konser:
Nama Acara: Panggung Puting Beliung Tenxi & Naykilla
Lokasi: Zepp Kuala Lumpur, Malaysia
Promotor: Icon Entertainment
Bintang Tamu Tambahan: Jemsii, Suisei (beberapa lagu kolaborasi).
Pramono Anung, Gubernur DKI Kompas/Riza Fathoni (RZF)
JAKARTA – Teka-teki lokasi konser mega bintang K-Pop, BTS, di Jakarta perlahan mulai menemui titik terang. Setelah sempat memicu perdebatan di kalangan penggemar, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, akhirnya memberikan lampu hijau jika Gelora Bung Karno (GBK) menjadi opsi utama ketimbang Jakarta International Stadium (JIS).
Rencana kedatangan RM dan kawan-kawan yang dijadwalkan pada 26-27 Desember mendatang memang menjadi perbincangan panas. Sebelumnya, Pramono sempat mengusulkan agar konser digelar di JIS, namun usulan tersebut mendapat reaksi keras dari para ARMY (sebutan fans BTS) yang lebih menginginkan kemegahan stadion legendaris GBK.
Intervensi “Keluarga”: Saat Anak Gubernur Turun Tangan
Menariknya, perubahan sikap sang Gubernur ternyata dipicu oleh masukan dari orang terdekatnya sendiri. Pramono mengungkapkan bahwa anaknya, yang juga merupakan seorang ARMY, sempat “memprotes” pernyataannya soal pemilihan lokasi.
“Anak saya juga ARMY, sampai saya bangun tidur diketok pintu saya, ‘Dad, ngapain ngurusin ARMY? Sudahlah biar yang ARMY bisa menikmati’. Saya bilang, oke deh mulai hari ini Bapakmu tidak statement lagi,” ujar Pramono di Kebayoran Baru, Senin (20/4/2026).
Mendengar aspirasi tersebut, Pramono akhirnya memilih untuk tidak lagi mencampuri keputusan teknis pemilihan lokasi. “Kali ini saya ngalah, kalau main di GBK juga nggak apa-apa,” tambahnya.
Keputusan Akhir Ada di Tangan Promotor
Meskipun sempat memperjuangkan JIS sebagai venue pada forum Musrenbang pekan lalu, kini Gubernur menyerahkan sepenuhnya keputusan akhir kepada pihak penyelenggara dan promotor. Baginya, yang terpenting adalah kenyamanan para penonton dan kelancaran acara yang akan menjadi salah satu event terbesar di penghujung tahun 2026.
Selain BTS, Jakarta dipastikan akan menjadi magnet konser dunia tahun ini. Nama-nama besar seperti Guns N’ Roses, Metallica, hingga The Weeknd disebut sudah mulai masuk dalam daftar rencana pertunjukan besar di ibu kota. (*)
MALANG – Kota Malang akhirnya kembali “membiru” oleh energi para Slankers. Setelah absen selama sembilan tahun tidak menyapa penggemarnya di Kota Bunga, grup band legendaris Slank resmi kembali menghentak panggung Malang dalam gelaran konser bertajuk “Hey Slank X HS”.
Ribuan penonton memadati Lapangan Rampal, Kota Malang, pada Minggu (19/4/2026) malam, menciptakan lautan manusia yang antusias menantikan aksi panggung Kaka, Bimbim, Ridho, Abdee, dan Ivanka.
Momen Reuni yang Emosional
Kembalinya Slank ke Malang bukan sekadar konser biasa, melainkan sebuah momen reuni yang emosional. Terakhir kali band bermarkas di Potlot ini manggung di Malang adalah hampir satu dekade silam. Tak heran, sejak sore hari, para Slankers dari berbagai daerah di Jawa Timur sudah mulai berdatangan ke area Lapangan Rampal untuk mengamankan posisi paling depan.
Energi Tanpa Batas
Dalam konser semalam, Slank tampil dengan stamina yang luar biasa, membawakan deretan lagu hits yang sudah akrab di telinga lintas generasi. Suasana semakin pecah saat lagu-lagu lagu kebangsaan Slankers dikumandangkan, membuat seluruh isi Lapangan Rampal bernyanyi bersama di bawah langit Malang.
Kehadiran Slank dalam format konser “Hey Slank X HS” ini membuktikan bahwa daya tarik band yang sudah berdiri sejak dekade 80-an ini tetap magis dan tak lekang oleh zaman, terutama di kota dengan basis massa musik yang kuat seperti Malang. (*)
Melihat harga tiket Coachella 2026 yang menembus angka belasan hingga puluhan juta rupiah mungkin bikin dompet kita mendadak “sesak napas”. Namun, buat kamu yang mengincar vibes festival musik luar ruangan dengan fashion yang ikonik dan instalasi seni yang Instagrammable, Indonesia sebenarnya punya banyak opsi yang jauh lebih ramah di kantong.
Bukan sekadar konser biasa, festival-festival ini menawarkan pengalaman sensorik yang serupa—musik lintas genre, area terbuka yang luas, hingga suasana komunitas yang kental. Berikut adalah daftarnya!
1. Jazz Gunung Bromo (Probolinggo)
Jika Coachella punya latar belakang gurun California, Indonesia punya megahnya pegunungan Bromo. Jazz Gunung Bromo menawarkan pengalaman “Jazz di Atas Awan” dengan amphitheater terbuka di Jiwa Jawa Resort.
Vibes Coachella-nya: Panggung terbuka dengan latar alam yang dramatis dan udara dingin yang bikin kamu bisa tampil dengan layering outfit yang chic.
Budget: Tiket harian (Daily Pass) dimulai dari sekitar Rp420.000, jauh lebih murah dibanding harga tiket harian Coachella yang mencapai jutaan.
2. We The Fest (Jakarta)
Banyak yang menyebut We The Fest (WTF) sebagai “Coachella-nya Indonesia”. Festival ini berhasil menggabungkan musik, seni, mode, dan makanan dalam satu kawasan terpadu.
Vibes Coachella-nya: Line-up internasional yang kekinian, instalasi seni raksasa yang estetik, dan area Beyond The Music yang memberikan pengalaman lifestyle menyeluruh.
Budget: Tiket early bird biasanya dibanderol mulai dari Rp1,5 jutaan untuk 3 hari—angka yang sangat masuk akal untuk deretan artis internasional.
3. Joyland Festival (Jakarta & Bali)
Bagi kamu yang menyukai sisi indie dan artsy dari Coachella, Joyland Festival adalah destinasi wajib. Terutama edisi Bali yang sering diadakan di green area dengan pemandangan laut atau taman yang asri.
Vibes Coachella-nya: Sangat ramah keluarga (family friendly), santai, banyak workshop kreatif, dan suasana piknik di atas rumput yang sangat “pagi-pagi di Coachella”.
Budget: Harga tiket berkisar di angka Rp500 ribu hingga Rp1 juta, tergantung kategori dan waktu pembelian.
4. Forestra (Cikole, Lembang)
Ingin merasakan sensasi konser di tengah hutan pinus dengan tata lampu yang magis? Forestra adalah jawabannya. Berbeda dengan gurun yang panas, di sini kamu akan dimanjakan dengan orkestra di tengah hutan.
Vibes Coachella-nya: Elemen seni dan alam yang menyatu sempurna. Sangat cocok untuk kamu yang suka konten visual dengan lighting panggung yang megah di malam hari.
Budget: Tiket biasanya tersedia mulai dari Rp300 ribuan, sangat terjangkau untuk pengalaman seunik ini. (*)