Connect with us

Info

Inilah 5 Konser Musik dengan Penonton Terbanyak Sepanjang Sejarah

Published

on

Konser Rod Stewart di Pantai Copacabana.

Dalam dunia hiburan, jumlah penonton seringkali menjadi tolok ukur kesuksesan seorang musisi. Jika konser di stadion berkapasitas 50.000 hingga 80.000 orang sudah dianggap luar biasa, deretan musisi berikut ini justru berhasil mengumpulkan jutaan orang dalam satu panggung tunggal.

Sebagian besar konser ini diadakan secara gratis di ruang terbuka seperti pantai atau lapangan kota, namun skala produksinya tetap menjadi yang termegah di dunia. Berikut adalah daftar 5 konser musik dengan penonton terbanyak yang pernah tercatat:

1. Rod Stewart di Pantai Copacabana (1994)

  • Jumlah Penonton: Sekitar 3,5 – 4,2 Juta Orang
  • Lokasi: Rio de Janeiro, Brasil

Hingga saat ini, Rod Stewart memegang rekor Guinness World Record untuk konser rock gratis terbesar. Diadakan tepat pada malam pergantian tahun 1994, lautan manusia memenuhi pantai Copacabana sepanjang 4 kilometer. Meski beberapa sumber menyebutkan angka 3,5 juta, pemerintah setempat memperkirakan jumlahnya mencapai 4,2 juta orang jika menghitung mereka yang berada di kapal-kapal di sekitar pantai.

2. Jean-Michel Jarre: Moscow 850 (1997)

  • Jumlah Penonton: Sekitar 3,5 Juta Orang
  • Lokasi: Moskow, Rusia

Pionir musik elektronik asal Prancis, Jean-Michel Jarre, diundang oleh pemerintah Rusia untuk merayakan ulang tahun kota Moskow yang ke-850. Konser yang memadukan musik synthesizer, kembang api raksasa, dan proyeksi laser ini berhasil menyamai rekor Rod Stewart. Menariknya, konser ini dilakukan di depan Universitas Negeri Moskow yang megah.

3. Madonna: The Celebration Tour (2024)

  • Jumlah Penonton: Sekitar 1,6 Juta Orang
  • Lokasi: Pantai Copacabana, Brasil

Sebagai penutup tur dunia “The Celebration Tour”, Queen of Pop Madonna memberikan pertunjukan gratis yang spektakuler pada Mei 2024. Penonton memadati area pantai hingga ke jalan-jalan sekitarnya. Ini tercatat sebagai konser tunggal (bukan festival) terbesar dalam karier Madonna, membuktikan bahwa daya tariknya tidak memudar meski telah berkarier selama empat dekade.

4. Monsters of Rock: Metallica & AC/DC (1991)

  • Jumlah Penonton: Sekitar 1,6 Juta Orang
  • Lokasi: Lapangan Udara Tushino, Moskow

Diadakan tak lama setelah runtuhnya Uni Soviet, festival “Monsters of Rock” menjadi simbol kebebasan bagi warga Rusia saat itu. Penampilan legendaris dari Metallica dan AC/DC di panggung ini dianggap sebagai salah satu momen paling ikonik dalam sejarah musik rock. Angka penonton diperkirakan mencapai 1,6 juta, meski angka pastinya sulit diverifikasi karena situasi keamanan yang sangat padat saat itu.

5. The Rolling Stones: A Bigger Bang Tour (2006)

  • Jumlah Penonton: Sekitar 1,5 Juta Orang
  • Lokasi: Pantai Copacabana, Brasil

Brasil tampaknya menjadi magnet bagi konser raksasa. The Rolling Stones membawa tur “A Bigger Bang” mereka ke pasir putih Copacabana. Dengan panggung setinggi gedung tujuh lantai dan jembatan khusus yang menghubungkan hotel mereka langsung ke panggung, Mick Jagger dkk. menghibur lebih dari 1,5 juta orang dalam salah satu konser rock paling tertib namun masif di dunia. (*)

Continue Reading

Info

Gubernur Pramono Anung “Ngalah” ke ARMY: Konser BTS di Jakarta Berpeluang Besar Digelar di GBK

Published

on

Pramono Anung, Gubernur DKI Kompas/Riza Fathoni (RZF)

JAKARTA – Teka-teki lokasi konser mega bintang K-Pop, BTS, di Jakarta perlahan mulai menemui titik terang. Setelah sempat memicu perdebatan di kalangan penggemar, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, akhirnya memberikan lampu hijau jika Gelora Bung Karno (GBK) menjadi opsi utama ketimbang Jakarta International Stadium (JIS).

Rencana kedatangan RM dan kawan-kawan yang dijadwalkan pada 26-27 Desember mendatang memang menjadi perbincangan panas. Sebelumnya, Pramono sempat mengusulkan agar konser digelar di JIS, namun usulan tersebut mendapat reaksi keras dari para ARMY (sebutan fans BTS) yang lebih menginginkan kemegahan stadion legendaris GBK.

Intervensi “Keluarga”: Saat Anak Gubernur Turun Tangan

Menariknya, perubahan sikap sang Gubernur ternyata dipicu oleh masukan dari orang terdekatnya sendiri. Pramono mengungkapkan bahwa anaknya, yang juga merupakan seorang ARMY, sempat “memprotes” pernyataannya soal pemilihan lokasi.

“Anak saya juga ARMY, sampai saya bangun tidur diketok pintu saya, ‘Dad, ngapain ngurusin ARMY? Sudahlah biar yang ARMY bisa menikmati’. Saya bilang, oke deh mulai hari ini Bapakmu tidak statement lagi,” ujar Pramono di Kebayoran Baru, Senin (20/4/2026).

Mendengar aspirasi tersebut, Pramono akhirnya memilih untuk tidak lagi mencampuri keputusan teknis pemilihan lokasi. “Kali ini saya ngalah, kalau main di GBK juga nggak apa-apa,” tambahnya.

Keputusan Akhir Ada di Tangan Promotor

Meskipun sempat memperjuangkan JIS sebagai venue pada forum Musrenbang pekan lalu, kini Gubernur menyerahkan sepenuhnya keputusan akhir kepada pihak penyelenggara dan promotor. Baginya, yang terpenting adalah kenyamanan para penonton dan kelancaran acara yang akan menjadi salah satu event terbesar di penghujung tahun 2026.

Selain BTS, Jakarta dipastikan akan menjadi magnet konser dunia tahun ini. Nama-nama besar seperti Guns N’ Roses, Metallica, hingga The Weeknd disebut sudah mulai masuk dalam daftar rencana pertunjukan besar di ibu kota. (*)

Continue Reading

Info

Penantian 9 Tahun Tuntas! Slank Sukses Obati Rindu Slankers Malang di Lapangan Rampal

Published

on

MALANG – Kota Malang akhirnya kembali “membiru” oleh energi para Slankers. Setelah absen selama sembilan tahun tidak menyapa penggemarnya di Kota Bunga, grup band legendaris Slank resmi kembali menghentak panggung Malang dalam gelaran konser bertajuk “Hey Slank X HS”.

Ribuan penonton memadati Lapangan Rampal, Kota Malang, pada Minggu (19/4/2026) malam, menciptakan lautan manusia yang antusias menantikan aksi panggung Kaka, Bimbim, Ridho, Abdee, dan Ivanka.

Momen Reuni yang Emosional

Kembalinya Slank ke Malang bukan sekadar konser biasa, melainkan sebuah momen reuni yang emosional. Terakhir kali band bermarkas di Potlot ini manggung di Malang adalah hampir satu dekade silam. Tak heran, sejak sore hari, para Slankers dari berbagai daerah di Jawa Timur sudah mulai berdatangan ke area Lapangan Rampal untuk mengamankan posisi paling depan.

Energi Tanpa Batas

Dalam konser semalam, Slank tampil dengan stamina yang luar biasa, membawakan deretan lagu hits yang sudah akrab di telinga lintas generasi. Suasana semakin pecah saat lagu-lagu lagu kebangsaan Slankers dikumandangkan, membuat seluruh isi Lapangan Rampal bernyanyi bersama di bawah langit Malang.

Kehadiran Slank dalam format konser “Hey Slank X HS” ini membuktikan bahwa daya tarik band yang sudah berdiri sejak dekade 80-an ini tetap magis dan tak lekang oleh zaman, terutama di kota dengan basis massa musik yang kuat seperti Malang. (*)

Continue Reading

Info

Mau Vibes Coachella tapi Budget Mahasiswa? Ini Daftar Festival Musik Lokal yang Gak Kalah Estetik

Published

on

We The Fest

Melihat harga tiket Coachella 2026 yang menembus angka belasan hingga puluhan juta rupiah mungkin bikin dompet kita mendadak “sesak napas”. Namun, buat kamu yang mengincar vibes festival musik luar ruangan dengan fashion yang ikonik dan instalasi seni yang Instagrammable, Indonesia sebenarnya punya banyak opsi yang jauh lebih ramah di kantong.

Bukan sekadar konser biasa, festival-festival ini menawarkan pengalaman sensorik yang serupa—musik lintas genre, area terbuka yang luas, hingga suasana komunitas yang kental. Berikut adalah daftarnya!

1. Jazz Gunung Bromo (Probolinggo)

Jika Coachella punya latar belakang gurun California, Indonesia punya megahnya pegunungan Bromo. Jazz Gunung Bromo menawarkan pengalaman “Jazz di Atas Awan” dengan amphitheater terbuka di Jiwa Jawa Resort.

  • Vibes Coachella-nya: Panggung terbuka dengan latar alam yang dramatis dan udara dingin yang bikin kamu bisa tampil dengan layering outfit yang chic.
  • Budget: Tiket harian (Daily Pass) dimulai dari sekitar Rp420.000, jauh lebih murah dibanding harga tiket harian Coachella yang mencapai jutaan.

2. We The Fest (Jakarta)

Banyak yang menyebut We The Fest (WTF) sebagai “Coachella-nya Indonesia”. Festival ini berhasil menggabungkan musik, seni, mode, dan makanan dalam satu kawasan terpadu.

  • Vibes Coachella-nya: Line-up internasional yang kekinian, instalasi seni raksasa yang estetik, dan area Beyond The Music yang memberikan pengalaman lifestyle menyeluruh.
  • Budget: Tiket early bird biasanya dibanderol mulai dari Rp1,5 jutaan untuk 3 hari—angka yang sangat masuk akal untuk deretan artis internasional.

3. Joyland Festival (Jakarta & Bali)

Bagi kamu yang menyukai sisi indie dan artsy dari Coachella, Joyland Festival adalah destinasi wajib. Terutama edisi Bali yang sering diadakan di green area dengan pemandangan laut atau taman yang asri.

  • Vibes Coachella-nya: Sangat ramah keluarga (family friendly), santai, banyak workshop kreatif, dan suasana piknik di atas rumput yang sangat “pagi-pagi di Coachella”.
  • Budget: Harga tiket berkisar di angka Rp500 ribu hingga Rp1 juta, tergantung kategori dan waktu pembelian.

4. Forestra (Cikole, Lembang)

Ingin merasakan sensasi konser di tengah hutan pinus dengan tata lampu yang magis? Forestra adalah jawabannya. Berbeda dengan gurun yang panas, di sini kamu akan dimanjakan dengan orkestra di tengah hutan.

  • Vibes Coachella-nya: Elemen seni dan alam yang menyatu sempurna. Sangat cocok untuk kamu yang suka konten visual dengan lighting panggung yang megah di malam hari.
  • Budget: Tiket biasanya tersedia mulai dari Rp300 ribuan, sangat terjangkau untuk pengalaman seunik ini. (*)

Continue Reading

Trending