Connect with us

Info

Ribuan Pelari Taklukkan Trek Unik di Lokasi Ikonik Adfuntorace

Published

on

Sukses digelar di tahun 2024 lalu, tahun ini Adfuntorace kembali hadir untuk memberikan pengalaman yang berbeda dalam menikmati lari. Dengan tema ‘The Magical Wild’, pelari dihidangkan keajaiban alam yang unik dan terjaga kelestarianya. Perhelatan lari ini diselenggarakan pada 19-20 Juli 2025 di Kebun Raya Purwodadi Kab Pasuruan. Berbeda dari tahun sebelumnya, Adfuntorace tahun ini menghadirkan festival seni dan budaya serta ragam kuliner dan kerajinan bertajuk ‘Adfuntofest’ dengan tagline Arena dan Gembira.

Sebagai program yang berorientasi sport tourism, Adfuntorace membawa warna baru dengan mengkombinasikan wisata, budaya dan olahraga lari pada saat bersamaan. Menghadirkan 3 kategori lomba, 3K, 7K dan 14K, diikuti lebih dari 1000 pelari dan dikunjungi sekitar 3000 orang di area festival.  

Peserta lari tak hanya datang dari Pasuruan tapi juga beberapa daerah di Indonesia. Tercatat lebih dari 75 persen pelari justru datang dari luar Kabupaten Pasuruan. Bahkan beberapa diantaranya hadir langsung dari Jakarta, Bogor, Semarang, Makassar, Jambi, Denpasar hingga Balikpapan. Ini menunjukkan Adfuntorace mulai digemari pelari dari luar daerah dan secara tidak langsung turut berkontribusi dalam promosi pariwisata dan budaya di Kabupaten Pasuruan.

Catatan waktu terbaik di tiap kategori pun terukir manis menggenapi cerita Adfuntorace 2025. Di kategori 3K family raihan terbaiknya adalah 16 menit 16 detik. Kategori 7K putra dengan 27 menit 17 detik dan 7K Putri dengan 35 menit 5 detik. Sementara untuk kategori 14K putra, raihan waktu terbaiknya 52 menit dan 4 detik. Serta untuk 14K putri dengan 1 jam 14 menit dan 32 detik.

Pelepasan peserta lari dilakukan secara langsung oleh Wakil Bupati Pasuruan, HM Shobih Asrori, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko dan jajarannya serta Executive Producer, Rahmat Setiawan. Serunya lagi, pelepasan ini dibuka dengan Special Performing art sedekah hutan dari Sanggar Bale Ganjur, Lagax’e dari desa Kaliteja Tengger Kab Pasuruan.

Wakil Bupati Pasuruan HM Shobih Asrori berharap, Adfuntorace akan mampu mendorong wisata di Kabupaten Pasuruan ke tingkat nasional mengingat peserta yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia.

‘Karenanya, Pemkab Pasuruan Insya Allah akan mensupport dan memfasilitasi peyelenggaraan Adfuntorace tahun depan jika dilaksanakan kembali di Pasuruan. Karena ini sejalan juga dengan visi kita, menjadikan UMKM kita naik kelas,’ lanjutnya.  

Sebagai Informasi, Adfuntorace merupakan buah kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Kebun Raya Purwodadi dan Moksha Indonesia sebagai Event Producer, didukung SR.ID sebagai race management.  

“Adfuntorace untuk kedua kalinya memberikan kejutan besar buat saya sebagai pelari. Jika tahun lalu disuguhi detinasi-destinasi Sejarah dan budaya, tahun ini kita diberikan pemandangan Kebun raya yang sangat asri dengan suhu yang sejuk plus area festival yang penuh dengan stan-stan kuliner enak, “ ujar Fitri salah satu peserta lari.

Kejutan apalagi yang bakal dihadirkan di 2026 nanti? Kita tunggu saja. (*)

Continue Reading

Info

Gubernur Pramono Anung “Ngalah” ke ARMY: Konser BTS di Jakarta Berpeluang Besar Digelar di GBK

Published

on

Pramono Anung, Gubernur DKI Kompas/Riza Fathoni (RZF)

JAKARTA – Teka-teki lokasi konser mega bintang K-Pop, BTS, di Jakarta perlahan mulai menemui titik terang. Setelah sempat memicu perdebatan di kalangan penggemar, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, akhirnya memberikan lampu hijau jika Gelora Bung Karno (GBK) menjadi opsi utama ketimbang Jakarta International Stadium (JIS).

Rencana kedatangan RM dan kawan-kawan yang dijadwalkan pada 26-27 Desember mendatang memang menjadi perbincangan panas. Sebelumnya, Pramono sempat mengusulkan agar konser digelar di JIS, namun usulan tersebut mendapat reaksi keras dari para ARMY (sebutan fans BTS) yang lebih menginginkan kemegahan stadion legendaris GBK.

Intervensi “Keluarga”: Saat Anak Gubernur Turun Tangan

Menariknya, perubahan sikap sang Gubernur ternyata dipicu oleh masukan dari orang terdekatnya sendiri. Pramono mengungkapkan bahwa anaknya, yang juga merupakan seorang ARMY, sempat “memprotes” pernyataannya soal pemilihan lokasi.

“Anak saya juga ARMY, sampai saya bangun tidur diketok pintu saya, ‘Dad, ngapain ngurusin ARMY? Sudahlah biar yang ARMY bisa menikmati’. Saya bilang, oke deh mulai hari ini Bapakmu tidak statement lagi,” ujar Pramono di Kebayoran Baru, Senin (20/4/2026).

Mendengar aspirasi tersebut, Pramono akhirnya memilih untuk tidak lagi mencampuri keputusan teknis pemilihan lokasi. “Kali ini saya ngalah, kalau main di GBK juga nggak apa-apa,” tambahnya.

Keputusan Akhir Ada di Tangan Promotor

Meskipun sempat memperjuangkan JIS sebagai venue pada forum Musrenbang pekan lalu, kini Gubernur menyerahkan sepenuhnya keputusan akhir kepada pihak penyelenggara dan promotor. Baginya, yang terpenting adalah kenyamanan para penonton dan kelancaran acara yang akan menjadi salah satu event terbesar di penghujung tahun 2026.

Selain BTS, Jakarta dipastikan akan menjadi magnet konser dunia tahun ini. Nama-nama besar seperti Guns N’ Roses, Metallica, hingga The Weeknd disebut sudah mulai masuk dalam daftar rencana pertunjukan besar di ibu kota. (*)

Continue Reading

Info

Penantian 9 Tahun Tuntas! Slank Sukses Obati Rindu Slankers Malang di Lapangan Rampal

Published

on

MALANG – Kota Malang akhirnya kembali “membiru” oleh energi para Slankers. Setelah absen selama sembilan tahun tidak menyapa penggemarnya di Kota Bunga, grup band legendaris Slank resmi kembali menghentak panggung Malang dalam gelaran konser bertajuk “Hey Slank X HS”.

Ribuan penonton memadati Lapangan Rampal, Kota Malang, pada Minggu (19/4/2026) malam, menciptakan lautan manusia yang antusias menantikan aksi panggung Kaka, Bimbim, Ridho, Abdee, dan Ivanka.

Momen Reuni yang Emosional

Kembalinya Slank ke Malang bukan sekadar konser biasa, melainkan sebuah momen reuni yang emosional. Terakhir kali band bermarkas di Potlot ini manggung di Malang adalah hampir satu dekade silam. Tak heran, sejak sore hari, para Slankers dari berbagai daerah di Jawa Timur sudah mulai berdatangan ke area Lapangan Rampal untuk mengamankan posisi paling depan.

Energi Tanpa Batas

Dalam konser semalam, Slank tampil dengan stamina yang luar biasa, membawakan deretan lagu hits yang sudah akrab di telinga lintas generasi. Suasana semakin pecah saat lagu-lagu lagu kebangsaan Slankers dikumandangkan, membuat seluruh isi Lapangan Rampal bernyanyi bersama di bawah langit Malang.

Kehadiran Slank dalam format konser “Hey Slank X HS” ini membuktikan bahwa daya tarik band yang sudah berdiri sejak dekade 80-an ini tetap magis dan tak lekang oleh zaman, terutama di kota dengan basis massa musik yang kuat seperti Malang. (*)

Continue Reading

Info

Mau Vibes Coachella tapi Budget Mahasiswa? Ini Daftar Festival Musik Lokal yang Gak Kalah Estetik

Published

on

We The Fest

Melihat harga tiket Coachella 2026 yang menembus angka belasan hingga puluhan juta rupiah mungkin bikin dompet kita mendadak “sesak napas”. Namun, buat kamu yang mengincar vibes festival musik luar ruangan dengan fashion yang ikonik dan instalasi seni yang Instagrammable, Indonesia sebenarnya punya banyak opsi yang jauh lebih ramah di kantong.

Bukan sekadar konser biasa, festival-festival ini menawarkan pengalaman sensorik yang serupa—musik lintas genre, area terbuka yang luas, hingga suasana komunitas yang kental. Berikut adalah daftarnya!

1. Jazz Gunung Bromo (Probolinggo)

Jika Coachella punya latar belakang gurun California, Indonesia punya megahnya pegunungan Bromo. Jazz Gunung Bromo menawarkan pengalaman “Jazz di Atas Awan” dengan amphitheater terbuka di Jiwa Jawa Resort.

  • Vibes Coachella-nya: Panggung terbuka dengan latar alam yang dramatis dan udara dingin yang bikin kamu bisa tampil dengan layering outfit yang chic.
  • Budget: Tiket harian (Daily Pass) dimulai dari sekitar Rp420.000, jauh lebih murah dibanding harga tiket harian Coachella yang mencapai jutaan.

2. We The Fest (Jakarta)

Banyak yang menyebut We The Fest (WTF) sebagai “Coachella-nya Indonesia”. Festival ini berhasil menggabungkan musik, seni, mode, dan makanan dalam satu kawasan terpadu.

  • Vibes Coachella-nya: Line-up internasional yang kekinian, instalasi seni raksasa yang estetik, dan area Beyond The Music yang memberikan pengalaman lifestyle menyeluruh.
  • Budget: Tiket early bird biasanya dibanderol mulai dari Rp1,5 jutaan untuk 3 hari—angka yang sangat masuk akal untuk deretan artis internasional.

3. Joyland Festival (Jakarta & Bali)

Bagi kamu yang menyukai sisi indie dan artsy dari Coachella, Joyland Festival adalah destinasi wajib. Terutama edisi Bali yang sering diadakan di green area dengan pemandangan laut atau taman yang asri.

  • Vibes Coachella-nya: Sangat ramah keluarga (family friendly), santai, banyak workshop kreatif, dan suasana piknik di atas rumput yang sangat “pagi-pagi di Coachella”.
  • Budget: Harga tiket berkisar di angka Rp500 ribu hingga Rp1 juta, tergantung kategori dan waktu pembelian.

4. Forestra (Cikole, Lembang)

Ingin merasakan sensasi konser di tengah hutan pinus dengan tata lampu yang magis? Forestra adalah jawabannya. Berbeda dengan gurun yang panas, di sini kamu akan dimanjakan dengan orkestra di tengah hutan.

  • Vibes Coachella-nya: Elemen seni dan alam yang menyatu sempurna. Sangat cocok untuk kamu yang suka konten visual dengan lighting panggung yang megah di malam hari.
  • Budget: Tiket biasanya tersedia mulai dari Rp300 ribuan, sangat terjangkau untuk pengalaman seunik ini. (*)

Continue Reading

Trending