Ajang ultra cycling East Java Journey (EJJ) 2026 tengah menjadi sorotan. Bayangkan, para peserta harus menempuh jarak 1.500 kilometer, mendaki tanjakan ekstrem di Ijen, hingga melawan kantuk dan cuaca yang tak menentu dalam waktu kurang dari satu minggu.
Namun, di balik kegagahan para peserta yang berhasil menembus batas, tersimpan risiko kesehatan yang nyata: Sudahkah jantung mereka siap?
Jantung yang “Dipaksa” Bekerja Ekstrem
Aktivitas endurance tingkat tinggi memaksa jantung memompa darah jauh lebih cepat dan kuat dalam durasi yang sangat lama. Kondisi ini dapat memicu Sudden Cardiac Arrest (SCA) atau henti jantung mendadak, terutama jika peserta memiliki masalah jantung bawaan yang tidak terdeteksi sebelumnya atau mengalami dehidrasi berat yang mengganggu keseimbangan elektrolit.
Dr. Vito A. Damay, Sp.JP(K), MKes, AIFO-K, seorang Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah terkemuka di Indonesia, memberikan peringatan keras bagi para penggiat olahraga endurance. Dalam sebuah kesempatan edukasi, ia menekankan pentingnya mendengarkan sinyal tubuh:
“Olahraga itu tujuannya sehat, tapi kalau sudah berlebihan tanpa persiapan, dia bisa jadi racun bagi jantung. Jangan pernah mengabaikan alarm tubuh seperti nyeri dada, sesak napas yang tidak biasa, atau pusing hebat saat sedang gowes. Itu bukan tanda kita kurang kuat, tapi tanda jantung kita sedang berteriak minta tolong,” tegas Dr. Vito.
“Finish is a Bonus, Safety is a Priority”
Pihak penyelenggara EJJ, Azrul Ananda, yang juga pendiri Mainsepeda, selalu menekankan bahwa keselamatan jauh lebih penting daripada sekadar medali finis. Dalam berbagai kesempatan pengarahan kepada para cyclist, ia sering mengingatkan bahwa ultra cycling adalah ajang melawan diri sendiri, bukan mencari celaka.
“Event ini bukan balapan profesional kelas dunia, ini adalah tantangan pribadi. Saya selalu bilang kepada teman-teman, ‘Finish is a bonus, safety is a priority.‘ Jangan sampai kita mengejar catatan waktu tapi mengabaikan nyawa. Kalau merasa sudah tidak sanggup, istirahat atau berhenti bukanlah sebuah kegagalan,” ujar Azrul Ananda.
Langkah Keselamatan bagi Peserta Ultra Cycling
Bagi Anda yang terinspirasi mengikuti ajang serupa, berikut adalah panduan keselamatan jantung yang wajib diperhatikan:
- Screening Jantung: Melakukan stress test atau EKG sebelum mengikuti event untuk mendeteksi kelainan irama jantung.
- Pantau Heart Rate: Jangan terus-menerus berada di Zone 5 (zona maksimal) dalam waktu lama.
- Hidrasi & Elektrolit: Kekurangan kalium dan magnesium dapat memicu gangguan irama jantung (aritmia).
- Istirahat Cukup: Kurang tidur kronis saat bersepeda jarak jauh dapat meningkatkan stres pada sistem kardiovaskular secara drastis.
EJJ 2026 adalah bukti luar biasa dari potensi manusia. Namun, keberanian harus dibarengi dengan pengetahuan. Menjadi “finisher” memang membanggakan, tetapi pulang ke rumah dengan jantung yang sehat adalah kemenangan yang sesungguhnya. (*)