Connect with us

Agenda

Piknik Sambil Nonton Tulus hingga Bernadya! Sunset di Kebun Series 2026 Siap Guncang 3 Kota Besar

Published

on

Sukses menyedot perhatian puluhan ribu pengunjung pada tahun lalu, Sunset di Kebun kembali hadir dengan formasi yang lebih segar untuk tahun 2026. Konser musik bertema konservasi alam ini dipastikan menyambangi Jakarta, Bogor, dan Bali dengan deretan musisi papan atas yang sudah sangat dinanti.

Kick-Off di Bogor: Intip Jadwal Lengkapnya

Untuk seri perdana tahun ini, Sunset di Kebun akan memulai perjalanannya di Kebun Raya Bogor pada 9 dan 10 Mei 2026. Setelah itu, rangkaian festival ini akan berlanjut ke Jakarta pada bulan Juni dan berakhir di Bali pada bulan Juli.

Siapa saja penampilnya? Siapkan dirimu untuk sing-along bareng Tulus, Fiersa Besari, Bernadya, Idgitaf, Hindia, .Feast, Dere, hingga Nadin Amizah.

Tiga Konsep dalam Satu Ekosistem

Tahun 2026 menjadi spesial karena pengelola memperkenalkan tiga format pengalaman berbeda bagi para penikmat musik:

  • Sunset di Kebun: Menawarkan pengalaman festival di ruang hijau dengan konsep piknik yang santai.
  • Sunset di Pantai: Menghadirkan nuansa pesisir yang lebih rileks.
  • Jazz di Kebun (Terbaru): Program baru yang dirancang lebih intimate dan terkurasi bagi penonton yang mencari kedekatan lebih dengan sang musisi.

Bukan Sekadar Hiburan, Tapi Edukasi Alam

Managing Direktur PT Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto, menegaskan bahwa festival ini adalah sarana untuk mengenalkan nilai konservasi kepada generasi muda melalui cara yang menyenangkan.

“Kami ingin Sunset di Kebun Series menjadi ruang di mana hiburan dan edukasi berjalan bersamaan,” tambah Presiden Direktur PT Mitra Natura Raya, Michael Bayu A. Sumarijanto.

Data membuktikan konsep ini sangat diminati; sepanjang tahun 2025, rangkaian acara ini berhasil menarik 52.439 pengunjung. Bahkan, tiket untuk gelaran di Bali pada 25 Juli 2026 dilaporkan sudah ludes terjual jauh-jauh hari (sold out). (*)

Continue Reading

Agenda

Nadin Amizah, Mahalini, hingga Fiersa Besari Masuk Final Line-Up Tanjung Perak Jazz Festival 2026

Published

on

SURABAYA – Penantian panjang para pencinta musik jazz dan pop-indie di Jawa Timur akhirnya usai. Pihak penyelenggara resmi mengumumkan jajaran final line-up megah yang akan menggetarkan panggung Tanjung Perak Jazz Festival (TPJF) 2026.

Festival musik tahunan kebanggaan arek-arek Suroboyo ini dipastikan bakal digelar pada Minggu, 28 Juni 2026, bertempat di venue baru yang representatif, Surabaya Expo Center.

Banjir Bintang: Kombinasi Pop-Ballad dan Ambiens Jazz

Mengusung jargon “Sail in to the rhythm, beyond wave, beyond tone,” TPJF tahun ini sukses mengumpulkan deretan nama besar lintas generasi di satu panggung. Para penonton akan dimanjakan oleh penampilan dari:

  • Nadin Amizah: Siap membawa magis lewat lirik-lirik puitisnya.
  • Mahalini: Diva pop-ballad yang dijamin bakal bikin satu venue galau berjamaah.
  • SAL: Solois berkarakter kuat yang juga dijadwalkan mengisi panggung IIMS Surabaya akhir Mei nanti.
  • Fiersa Besari & HIVI!: Penjamin atmosfer hangat untuk bernyanyi bersama (sing-along).

Tak hanya itu, panggung TPJF 2026 juga diramaikan oleh deretan talenta hebat lainnya seperti The Skuy, Grizzly, Celia Noreen And Her Band, Eroel Maulana, Sempat Berempat, BRANTA, hingga Desy Agustina.

Mengenal Tanjung Perak Jazz: Ikon Musik Pesisir Kota Pahlawan

Bagi masyarakat Surabaya, Tanjung Perak Jazz bukan sekadar konser musik biasa. Festival ini memiliki akar sejarah yang kuat sebagai representasi denyut nadi musik di kawasan pesisir utara Surabaya. Sejak awal kemunculannya, TPJF konsisten membawa misi untuk mendekatkan musik jazz—yang sering dianggap elite—agar bisa dinikmati oleh semua kalangan dengan sentuhan lokal khas Surabaya yang egaliter dan santai.

Perpindahan lokasi ke Surabaya Expo Center tahun ini juga menandai babak baru bagi TPJF dalam menghadirkan fasilitas menonton yang lebih nyaman, modern, dan berstandar festival nasional.

Info Penjualan Tiket Resmi

Mengingat statusnya yang sudah memasuki final line-up, perburuan tiket diprediksi akan semakin ketat.

  • Platform Resmi: Pembelian tiket dapat dilakukan secara legal dan aman melalui platform TiketBersama.com atau langsung mengakses tautan di bio Instagram resmi @tanjungperakjazz.
  • Peringatan Penting: Pihak manajemen mengimbau seluruh calon penonton untuk waspada terhadap segala bentuk penipuan tiket atau calo yang tidak bertanggung jawab. (*)

Continue Reading

Agenda

Hadirkan Lagu di Film ‘Pakaryan’, Grup Rap Kajawi Siap Meriahkan Screening Film Adaptasi Sastra di Unesa

Published

on

SURABAYA – Grup musik hip-hop Jawa kenamaan asal Ponorogo, Kajawi, dipastikan akan hadir sebagai penampil spesial dalam acara Screening Film karya Mahasiswa Sastra Indonesia Angkatan 2024 Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Acara pemutaran film yang diprediksi bakal dipadati penonton ini akan digelar pada Kamis, 21 Mei 2026 mulai pukul 17.00 WIB, bertempat di Graha Sawunggaling, Kampus Unesa. Antusiasme pengunjung terbukti sangat tinggi setelah tiket kategori Presale 2 dilaporkan telah resmi habis terjual (sold out).

Aksi Singkat Tiga Personel di Panggung Layar Perak

Meski sebagian besar penonton yang hadir berniat untuk menyaksikan rangkaian pemutaran film, kehadiran Kajawi di atas panggung menjadi daya tarik yang sangat dinanti. Lagu milik Kajawi sendiri dipilih menjadi soundtrack resmi untuk salah satu film pendek utama yang berjudul Pakaryan.

Pada penampilan spesial kali ini, Kajawi akan membawa formasi 3 personel, termasuk Muhaeim yang bertindak sebagai DJ sekaligus rapper. Muhaeim membocorkan bahwa karena agenda utamanya adalah screening film dan bukan konser tunggal mereka, Kajawi hanya akan membawakan satu lagu sebagai pemanis pertunjukan.

Ia pun menyampaikan harapannya yang mendalam terkait keterlibatan materi mereka di acara ini.

“Melalui keterlibatan lagu kami di film Pakaryan ini, kami berharap musik rap Jawa tidak hanya dilihat sebagai hiburan dan sarana berjoget semata. Kami ingin memberikan ruang bagi teman-teman semua untuk berpikir, mengevaluasi diri, dan mengambil sikap bijak dalam menghadapi problematika hidup sehari-hari. Selamat menikmati karya film teman-teman Unesa!” ujar Muhaeim.

Eksplorasi Semesta Ahmad Tohari Lewat Sinema

Acara screening ini sendiri sebenarnya berfokus pada penyajian karya sinema independen mahasiswa yang mengadaptasi novel (ekranisasi) dari sastrawan besar Indonesia, Ahmad Tohari. Selain film Pakaryan, dua film pendek adaptasi lainnya yang akan diputar dan menjadi sajian utama bagi para penonton adalah Di Ujung Pematang dan Sangkar yang Berpindah.

Napas Segar Filosofi ‘Cangkriman’

Di luar proyek kolaborasi sinema ini, grup rap Ponorogo tersebut baru saja meluncurkan album terbaru mereka di tahun 2026 yang bertajuk Cangkriman.

Secara bahasa, cangkriman berarti teka-teki atau bedhekan. Album yang berisi empat trek lagu sederhana ini sarat akan refleksi kehidupan dan kritik sosial jenaka yang dibalut dengan tema pewayangan Jawa. Bagi publik yang penasaran dengan warna musik hip-hop lokal khas mereka, seluruh karya Kajawi saat ini sudah bisa dinikmati secara luas di platform YouTube dan Spotify. (*)

Continue Reading

Agenda

Dua Dekade Berkarya, Sammy Simorangkir Siap Bikin Galau Tennis Indoor Senayan: Bakal Ada Lagu Rahasia!

Published

on

Solois bersuara emas, Sammy Simorangkir, tengah bersiap merayakan perjalanan panjangnya di industri musik Indonesia. Bertajuk “20 Tahun Suara Sammy Simorangkir” (20SSS), konser tunggal ini akan digelar pada 13 Mei 2026 mendatang di Tennis Indoor Senayan.

Di usianya yang kini menginjak 43 tahun, Sammy mengaku konser ini adalah perwujudan mimpi yang sempat terasa jauh dari jangkauannya.

Kejutan Materi Baru yang Menguras Emosi

Sammy memberikan bocoran menarik mengenai salah satu sesi di konsernya nanti. Ia akan membawakan materi lagu baru yang bahkan belum pernah dirilis di album manapun. Sammy menyebut lagu ini sangat personal dan diprediksi akan menjadi momen paling emosional di atas panggung.

“Spesial lah, yang akan menguras emosi saya di konser ini. Ada salah satu lagu yang belum ada di album bahkan belum keluar, dan lagu ini untuk siapa, saya belum bisa kasih tahu,” ungkap Sammy saat berkunjung ke media partner.

Tantangan Kurasi: 20 Tahun Karier dalam 2,5 Jam

Merangkum perjalanan dua dekade bukan perkara mudah. Sammy mengaku sempat kesulitan menentukan daftar lagu (set list) karena banyaknya karya yang ingin ia bawakan.

Setelah proses panjang, terpilihlah lebih dari 20 lagu yang dinilai memiliki benang merah pengalaman pribadi dan momen spesial. Demi memberikan pengalaman audio yang megah, Sammy juga akan berkolaborasi dengan orchestra.

“Jadinya (durasi konser) sekitar dua jam setengah lah, yang pasti sudah lebih dari 20 lagu. Saya pilih yang ada momen spesial dan pengalaman pribadinya,” tambahnya. (*)

Continue Reading

Trending